ProfesionalTren

Pencari Kerja Tambahkan Skill AI ke Pengalaman Lama Demi Dilirik Perusahaan

TopCareer.id – Sejumlah pencari kerja di Amerika Serikat (AS) mulai memoles profil LinkedIn dengan menambahkan skill artificial intelligence (AI) ke pengalaman kerja lama mereka.

Temuan ini dilaporkan oleh National Bureau of Economic Research (NBER) dalam sebuah makalah berjudul Time Travel on Professional Profiles.

Para peneliti menganalisis rekaman profil LinkedIn setiap bulan dengan bantuan perusahaan data tenaga kerja Revelio Labs.

“Ini memberikan gambaran tentang apa yang menurut orang sedang dicari oleh pemberi kerja,” kata Nicholas Bloom, salah satu penulis studi dari Stanford University, kepada CNBC Make It, dikutip Senin (31/8/2026).

Penggunaan istilah seputar AI seperti LLM, GPT, dan artificial intelligence, melonjak setelah akhir 2022, saat OpenAI meluncurkan ChatGPT. Peluncuran tersebut kemudian memicu gelombang kemunculan chatbot AI generatif lainnya.

Menurut ZipRecruiter yang diterbitkan Juli 2026, hampir tiga perempat pemberi kerja mengatakan skill AI menjadi keunggulan bahkan persyaratan bagi pencari kerja.

Indeed pada bulan Juli juga mencatat, jumlah kategori pekerjaan di AS yang mencantumkan kata “AI” di judul lowongan meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak 2022.

Bloom pun mengatakan, tren ini membuat para pencari kerja mungkin berpikir untuk menambahkan keterampilan terkait kecerdasan buatan di riwayat pengalaman kerjanya, meski itu tidak sepenuhnya benar.

Baca Juga: Biar Tak Kalah Saing, Jobseeker Disarankan Kuasai Skill AI

Penelitian tersebut menemukan, sepanjang 2020 hingga 2026, hampir 1 dari 5 pengguna LinkedIn di AS mengubah judul atau deskripsi pekerjaan lama yang sudah mereka tinggalkan.

Namun, para peneliti tidak bisa memastikan alasan di balik perubahan tersebut. Sebab, tidak semua perubahan berarti pengguna sengaja memoles pengalaman kerja mereka.

Misalnya, ada orang yang dulu jarang menggunakan LinkedIn mungkin baru melengkapi profilnya bertahun-tahun setelah meninggalkan pekerjaan tersebut.

Perubahan kecil seperti menghapus kata berulang, menambahkan kata yang terlewat, atau memperbaiki deskripsi pekerjaan juga tetap dihitung sebagai “time travel” dalam penelitian ini.

Namun, tidak semua perubahan benar-benar jujur. Ada pengguna LinkedIn yang menambahkan keterampilan AI ke riwayat pekerjaannya, bahkan sejak 2012.

Bloom menilai, sulit dipercaya keterampilan AI benar-benar digunakan dalam pekerjaan yang dilakukan jauh sebelum AI menjadi populer.

Ada juga dugaan mereka melebih-lebihkan atau bahkan mengarang informasi untuk meningkatkan peluang dalam mencari pekerjaan.

Posisi dengan tingkat perubahan retrospektif tertinggi adalah AI product manager. Sekitar 70 persen orang yang mengaku pernah memegang posisi itu melakukan perubahan usai mereka meninggalkan pekerjaan itu.

“Mereka mengklaim pernah menjadi AI product manager,” kata Bloom, tetapi “sulit mengetahui apakah mereka benar-benar pernah menjadi AI product manager.”

Baca Juga: 5 Tips biar Pencari Kerja Bebas dari Tawaran Gaji Rendah

Sebagian mungkin memang pernah bekerja sebagai product manager, lalu beberapa tahun setelahnya secara diam-diam menambahkan kata “AI” agar lebih menarik di pasar kerja saat ini.

Temuan mengungkapkan bahwa machine learning kemungkinan jadi keterampilan yang paling diminati beberapa tahun lalu, sementara cloud jadi tren beberapa tahun sebelumnya. Namun kini, AI jadi kata kunci paling diminati.

Pada 2022, Jeff Hyman, CEO Recruit Rockstars, mengatakan ada baiknya seseorang melakukan pembaruan riwayat profesional setiap tiga bulan sekali dan setelah evaluasi kinerja.

Tambahkan pencapaian, penghargaan, atau tanggung jawab baru yang diperoleh sejak pembaruan terakhir.

Gunakan angka atau metrik spesifik untuk menggambarkan pencapaian tersebut dan pastikan informasi di CV sesuai dengan yang tercantum di profil LinkedIn.

Profil yang lengkap dan terperinci, terutama yang mencantumkan keterampilan secara spesifik, juga dapat membantu kandidat lebih mudah ditemukan oleh perekrut yang sedang mencari orang dengan kualifikasi tertentu.

Bloom menegaskan, saat memperbarui profil LinkedIn, “lebih banyak hampir selalu lebih baik daripada lebih sedikit,” selama semua informasi yang dicantumkan tetap jujur dan sesuai kenyataan.

Banner Loker

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button