TopCareer.id – Seorang pria di China bernama Gao Guanghui masih menerima pesan soal pekerjaan dari kantor, meski dirinya sudah meninggal selama delapan jam.
Kejadian itu terjadi pada November 2025 lalu. Istrinya yang memakai nama samaran Li, menceritakan bahwa di pagi hari sebelum kejadian, Gao merasa tidak enak badan.
Namun, programmer 32 tahun itu menyebut dirinya masih ingin tetap menyelesaikan pekerjaannya.
Dilansir South China Morning Post, Jumat (24/4/2026), tak lama Gao mengalami kejang lalu pingsan saat dibawa ke rumah sakit.
Dia dinyatakan meninggal dunia pada sore hari karena serangan jantung mendadak, yang diduga terkait dengan kelelahan kerja.
Baca Juga: Perusahaan China Ini Izinkan Karyawan Cuti 10 Hari Kalau Lagi Tidak ‘Happy’
Menurut sang istri, Gao masih mengakses sistem kerja perusahaan hingga lima kali di hari kematiannya.
Bahkan, akun chat kerjanya sempat dimasukkan ke dalam sebuah grup kerja saat ia masih dalam penanganan darurat. Delapan jam setelah ia meninggal, sebuah tugas mendesak masih dikirimkan kepadanya.
Li menceritakan suaminya hampir selalu pulang setelah jam 21.30 di hari kerja. Ini sudah jadi hal biasa sejak dia dipromosikan menjadi kepala untuk divisinya pada 2021.
Li mengaku kerap meminta sang suami untuk pulang lebih awal, namun Gao menolak karena merasa bertanggung jawab atas timnya.
“Kalau bisa mengulang waktu, saya akan memaksanya berhenti dari pekerjaannya,” kata Li.
Baca Juga: Jadi Tren di China, Anak Muda Sewa Kantor Bohongan Buat Pura-Pura Kerja
Gao Guanghui diketahui punya latar belakang yang sulit. Dia pernah mengumpulkan barang bekas saat kecil demi mendapat uang saku, serta kerja paruh waktu saat kuliah demi membantu ekonominya.
Kasus ini juga menyoroti budaya kerja keras di industri teknologi China, yang dikenal dengan sistem 996 (kerja dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam, enam hari sepekan).
Meski aturan ketenagakerjaan China mengatur jam kerja maksimal delapan jam per hari dan 44 jam per minggu, penerapannya dinilai masih lemah. Kasus ini pun diselidiki oleh otoritas ketenagakerjaan setempat.
Data dari World Health Organization pada 2021 menunjukkan bahwa jam kerja panjang meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 42 persen.






