TopCareer.id – Perempuan tercatat sedikit lebih tekun dalam belajar soal AI generatif (GenAI) dibandingkan pria. Hal ini seperti dilaporkan oleh platform pembelajaran online Coursera.
Laporan “One Year Later: The Gender Gap in GenAI” Coursera mencatat, perempuan di Indonesia menyelesaikan kursus GenAI dengan tingkat kelulusan 0,9 persen lebih tinggi dibandingkan laki-laki, meski mereka masih kurang terwakili dalam ekosistem pembelajaran GenAI secara keseluruhan.
Temuan ini mencerminkan ketekunan yang konsisten di kalangan peserta didik perempuan, khususnya ketika mereka memperoleh akses terhadap peluang pembelajaran berkualitas tinggi.
Laporan ini juga menemukan bahwa perempuan menyumbang 32 persen dari pendaftaran kursus GenAI di Indonesia pada tahun 2025, naik dari 31 persen pada tahun 2024, dengan peningkatan 1 poin persentase secara tahunan (YoY).
Menurut Coursera, meskipun kesenjangan gender masih ada, tingkat kelulusan yang lebih tinggi menunjukkan bahwa hambatan utama kemungkinan terletak pada akses, bukan pada kemampuan atau motivasi.
Temuan ini memperkuat urgensi untuk menurunkan hambatan masuk dan memperluas akses terhadap jalur pembelajaran AI.
“Masa depan kecerdasan buatan (AI) akan dibentuk oleh keberagaman orang-orang yang membangunnya dan memanfaatkannya,” kata Alexandra Urban, Learning Science Research Lead di Coursera, mengutip siaran pers, Senin (16/3/2026).
Alexandra mengatakan, berdasarkan data mereka, perempuan memperlihatkan ketekunan dan komitmen yang kuat untuk menguasai keterampilan GenAI.
“Indonesia memiliki basis perempuan yang sangat besar dan penuh motivasi, dan perluasan akses terhadap pendidikan GenAI akan menjadi kunci untuk menggali potensi penuh talenta bangsa ini,” ujarnya.
Perluasan peluang bagi perempuan di bidang teknologi pun jadi faktor kunci dalam membangun ekonomi digital yang inklusif dan berdaya saing.
Kementerian Komunikasi dan Informatika, perempuan menyumbang 49 persen dari total pengguna internet di Indonesia. Namun, hanya 27 persen yang bekerja di sektor teknologi, angka yang masih jauh di bawah rata-rata global sebesar 40 persen.
Oleh karena itu, peningkatan literasi digital dan keterampilan AI menjadi langkah strategis untuk mendorong partisipasi perempuan yang lebih luas dalam ekosistem digital Indonesia yang terus berkembang.
Di luar GenAI, peserta didik perempuan juga menunjukkan momentum yang kuat dalam mengembangkan keterampilan manusia, seperti berpikir kritis.
Pada 2025, perempuan di Indonesia menyumbang 40 persen dari total pendaftaran kursus keterampilan berpikir kritis, meningkat dari 38 persen pada 2024.
Tren ini menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya memperkuat keterampilan teknis, tapi juga secara aktif mengasah keterampilan manusia yang penting untuk pertumbuhan profesional jangka panjang dan kesuksesan di tempat kerja yang semakin didorong oleh AI.






