Tren

Hemat BBM, Prabowo Minta Kaji WFH dan Pangkas Hari Kerja

Presiden Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, 13 Maret 2026. (YouTube Sekretariat Presiden)

TopCareer.id – Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri di Kabinet Merah Putih untuk mengkaji berbagai strategi untuk menghemat konsumsi bahan bakar, termasuk pemangkasan hari kerja dan Work From Home (WFH).

Hal ini disampaikan kepala negara dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Seperti diketahui, perang di Timur Tengah ikut berdampak pada pasokan dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pada kesempatan itu, Prabowo bersyukur bahwa sejauh ini Indonesia masih aman dari dampak perang. Namun, dirinya meminta agar negara tetap bersiap untuk apapun yang terjadi.

Ia pun mencontohkan salah satu negara yang sudah melakukan langkah-langkah antisipasi yaitu Pakistan.

“Ini hanya sebagai perbandingan jadi mereka menganggap ini sudah kritis jadi dikatakan critical measures,” kata Prabowo.

Baca Juga: Imbas Perang, Thailand dan Vietnam Minta PNS WFH Biar Hemat Energi

“Seperti kita dulu waktu COVID, mereka melaksanakan work from home, kerja dari rumah untuk semua kantor, pemerintah maupun swasta, 50 persen bekerja dari rumah. Kemudian hari kerja mereka potong hanya menjadi empat hari,” kata Prabowo.

Selain itu, upaya lain yaitu mengurangi gaji untuk anggota kabinet dan DPR, demi membantu kelompok rentan dan lemah. Pakistan juga memangkas ketersediaan BBM untuk semua kementerian dan membatas pemakaian kendaraan dinas.

“Kemudian mereka menghentikan semua belanja, AC, belanja kendaraan, belanja dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan,” kata mantan Menteri Pertahanan itu.

Prabowo juga menyebut Pakistan menangguhkan semua kunjungan ke luar negeri dan melarang penggunaan dana pemerintah untuk acara-acara pesta.

“Ada berapa hari saya kira kita bisa mengkaji masalah ini. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan,” kata Prabowo.

Leave a Reply