Tren

Di Luar Kantor dan Rumah, ke Mana Pekerja Jakarta Bisa Berkumpul?

Warga Bukan Sekadar Pengunjung

Pendiri Kolektif Ruang Rupa Gudskul Ekosistem, Ade Darmawan, mengajak peserta diskusi melihat bagaimana ruang bersama dapat tumbuh dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ia mencontohkan ruang tamu di rumah keluarganya yang tidak hanya digunakan oleh anggota keluarga inti, tetapi juga menjadi tempat bagi kerabat yang datang ke Jakarta untuk bersekolah atau mencari pekerjaan. Ruang privat tersebut, dalam pengalaman itu, menjalankan fungsi sosial yang lebih luas sebagai tempat pertemuan dan dukungan bagi orang-orang yang sedang membangun kehidupan di kota.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa ruang bersama tidak selalu harus berupa fasilitas publik yang besar atau bangunan khusus. Ruang dapat memperoleh fungsi sosial melalui kebiasaan berkumpul, kegiatan bersama, dan keterlibatan orang-orang yang menggunakannya.

Baca Juga: Upaya Ciptakan Lapangan Kerja Green Jobs dari Bongkar Limbah Elektronik

Ade menekankan pentingnya kemampuan masyarakat mengelola ruang secara berkelanjutan. Pemerintah tidak cukup hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga perlu memperhatikan siapa yang mengelola, kegiatan apa yang berlangsung, dan bagaimana warga dapat ikut menentukan penggunaan ruang tersebut.

Perspektif ini relevan bagi pekerja profesional yang ingin berkontribusi di luar lingkungan kantor. Ruang komunitas yang terbuka dapat menjadi tempat untuk berbagi pengetahuan, mengembangkan kegiatan sosial, mendiskusikan persoalan kota, atau bekerja bersama warga dari latar belakang berbeda.

Dengan demikian, pekerja tidak hanya hadir sebagai pengguna fasilitas, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam menghidupkan ruang publik.

Mengukur Kota dari Kehidupan Warganya

Kepala Bidang Pemanfaatan Ruang Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Pemerintah Provinsi Jakarta, Ferdinand Ginting, mengingatkan bahwa perencanaan ruang publik perlu memperhatikan kebutuhan nyata penggunanya.

Ruang yang tertata rapi belum tentu menjawab seluruh kebutuhan masyarakat. Akses, keamanan, pemeliharaan, serta kesesuaian dengan kebutuhan warga juga menentukan apakah sebuah ruang dapat digunakan secara optimal.

Akses menuju ruang publik pun menjadi persoalan penting. Keberadaan taman atau fasilitas pelayanan di suatu kawasan tidak otomatis menjamin bahwa masyarakat dapat menjangkaunya dengan mudah. Jalur pejalan kaki, akses bagi penyandang disabilitas, dan keterhubungan dengan transportasi umum turut menentukan keterjangkauan fasilitas tersebut.

Bagi pekerja profesional, persoalan akses ini berhubungan langsung dengan waktu dan biaya perjalanan. Ruang publik yang jauh atau sulit dijangkau dapat kehilangan manfaatnya bagi orang-orang yang memiliki jadwal kerja padat.

Baca Juga: Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Naik 1 Januari 2027

Karena itu, pengembangan ruang publik perlu menjadi bagian dari perencanaan kota yang menghubungkan tata ruang, transportasi, pelayanan publik, kegiatan kebudayaan, dan partisipasi warga.

Diskusi Imagine Jakarta memperlihatkan bahwa persoalan ruang publik tidak berhenti pada jumlah taman atau luas lahan terbuka. Hal yang lebih mendasar adalah apakah ruang tersebut benar-benar dapat digunakan masyarakat untuk membangun hubungan sosial dan berpartisipasi dalam kehidupan kota.

Bagi pekerja profesional Jakarta, kebutuhan akan ruang publik juga merupakan kebutuhan untuk memiliki kehidupan di luar pekerjaan. Kota yang ramah bukan hanya kota yang menyediakan tempat untuk bekerja dan berbelanja, melainkan juga tempat bagi warganya untuk berjumpa, bertukar gagasan, dan membangun solidaritas.

Pada akhirnya, keberhasilan Jakarta tidak hanya ditentukan oleh seberapa modern bangunan dan infrastrukturnya. Keberhasilan itu juga bergantung pada sejauh mana kota memberi kesempatan kepada warganya untuk hidup bersama, tanpa harus selalu membayar untuk sekadar menjadi bagian dari masyarakat.

Laman sebelumnya 1 2 3
Banner Loker

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button