TopCareer.id – Thailand dan Vietnam mengimbau pegawai negeri untuk kerja dari rumah (work from home/WFH), sebagai salah satu langkah menghemat energi, imbas perang di Timur Tengah.
Kedua negara tetangga Indonesia itu juga mendorong pegawai pemerintahan untuk menghemat energi dengan cara lain, karena konflik Timur Tengah mengganggu pasokan minyak dan menyebabkan harga bahan bakar berfluktuasi.
Otoritas Thailand mengatakan, pegawai pemerintah sebaiknya beralih ke kerja jarak jauh jika memungkinkan dan meminta agar kantor pemerintah mengatur pendingin ruangan pada 26 derajat Celsius untuk menghemat energi.
“Pemerintah ingin semua sektor menggunakan sumber daya secara bijaksana dan efektif,” kata pernyataan tersebut, dikutip dariABS CBN, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: Ada Perang Iran vs AS-Israel, Cek Hotline KBRI di Timur Tengah Jika Situasi Darurat
Pemerintah juga mendorong para pejabat untuk menghindari perjalanan ke luar negeri.
Pekan lalu, pemerintah Thailand memang menyebut sudah mengamankan pasokan minyak untuk dua bulan, namun menangguhkan ekspor untuk menjaga cadangannya.
Negara ini juga membatasi harga solar di bawah 30 baht (sekitar Rp 16 ribu) per liter untuk periode 15 hari.
Sementara di Vietnam, pemerintah negara itu menghapus bea di banyak produk minyak impor, demi mencegah kekurangan bahan bakar dan menstabilkan pasar domestik.
Seperti Thailand, situs pemerintah Vietnam juga menyebut, mereka mendorong perusahaan untuk membolehkan pegawai bekerja dari rumah “setiap kali memungkinkan” untuk mengurangi permintaan bahan bakar.
Pemerintah Hanoi juga merekomendasikan masyarakat membatasi penggunaan kendaraan pribadi, dan beralih memakai transportasi umum, bersepeda, atau berbagi mobil.
Baca Juga: Tekan Biaya Bahan Bakar, Filipina Pertimbangkan Pangkas Hari Kerja
Namun ribuan pengendara motor harus dilaporkan sempat mengantri bensin di berbagai tempat pengisian, di mana harga bensin tanpa timbal naik lebih dari 20 persen sejak perang AS-Israel melawan Iran lebih dari sepekan lalu.
Seorang pria 57 tahun mengatakan kepada AFP di sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Hanoi, bahwa dirinya merasa marah usai menunggu hampir satu jam untuk mengisi bensin.
“Saya masih punya cukup bahan bakar untuk motor saya hari ini, tapi pasti saya harus mengisinya malam ini. Lalu saya harus mengantri lagi malam ini?” katanya.
Vietnam sekarang belum mengalami kekurangan massal. Namun media pemerintah melaporkan, puluhan stasiun bensin kecil telah menutup sementara atau mempersingkat jam operasionalnya karena pasokan yang menipis.






