TopCareer.id – Setelah wawancara kerja, biasanya seorang pelamar kerja akan menunggu balasan apakah proses rekrutmennya berlanjut ke tahap berikutnya atau tidak.
Namun, menurut beberapa pakar, penting untuk melakukan tindak lanjut setelah wawancara kerja.
Beth Hendler-Grunt, pendiri firma konsultan karier Next Great Step mengatakan, mengirim ucapan terima kasih (thank-you note) dan pesan follow-up yang baik bisa menjadi pembeda besar antara kandidat yang diterima dan yang tidak.
Menurut Hendler-Grunt, seperti dikutip dari CNBC Make It, Kamis (9/7/2026), upaya pascawawancara semakin penting di tengah ketatnya pasar kerja untuk entry-level.
Ia pun menegaskan, membangun hubungan dan tetap berada dalam ingatan perekrut bisa jadi faktor penting untuk meningkatkan peluang diterima, khususnya saat persaingan sedang ketat.
Langkah pertama adalah mengirim ucapan terima kasih. Hendler-Grunt menyarankan pelamar mengirim pesan tersebut maksimal 24 jam setelah wawancara.
Isi pesannya sebaiknya mencakup ucapan terima kasih atas waktu yang diberikan, merangkum satu atau dua hal yang dipelajari selama wawancara, mengingatkan kembali bagaimana kemampuan Anda sesuai posisi yang dilamar, serta menegaskan antusiasme untuk bergabung.
Namun, Hendler-Grunt menyebut banyak pelamar kerja yang hanya berhenti di ucapan terima kasih. Padahal menurutnya, penting untuk menunjukkan bahwa Anda gigih dan memiliki daya juang.
Baca Juga: 3 Jurus Komunikasi Wawancara Kerja yang Bikin HR Terpikat
Untuk itu, sebaiknya siapkan beberapa pesan tindak lanjut (follow-up) setelah pertama kali mengucapkan terima kasih.
Anda bahkan bisa memberi tahu sejak awal bahwa Anda akan kembali melakukan follow-up dalam waktu dekat, sehingga perekrut mengetahui bahwa mereka akan kembali menerima kabar dari Anda.
Jika perekrut mengatakan akan memberikan pembaruan dalam waktu tertentu, misalnya dua minggu, catat jadwal tersebut dan kirim follow-up jika hingga saat itu belum ada kabar. Jika tidak ada tenggat yang disebutkan, Hendler-Grunt menyarankan untuk menghubungi mereka seminggu sekali.
Setelah satu atau dua kali follow-up, terutama jika belum mendapat balasan, ia menyarankan membuka pesan dengan kalimat seperti: “Mohon maaf jika saya terlalu sering menghubungi Anda.”
Menurutnya, kalimat tersebut menunjukkan keseimbangan yang baik. Ini memperlihatkan bahwa Anda sadar lawan bicara memiliki banyak kesibukan, tetapi juga memperlihatkan kesungguhan dan minat terhadap posisi yang dilamar.
Untuk isi follow-up, Anda disarankan bertanya apakah Anda diterima atau tidak. Tunjukkan Anda masih mengikuti perkembangan perusahaan.
Misalnya, Anda bisa menyebut soal artikel atau berita yang relevan dengan bisnis maupun topik yang sempat dibahas saat wawancara, lalu sampaikan pendapat atau mengajukan pertanyaan sebelum kemudian meminta kabar lebih lanjut soal rekrutmen.
Baca Juga: 4 Bahasa Tubuh Ini Bikin Kamu Tampil Meyakinkan Saat Wawancara Kerja
Mantan eksekutif Google Jenny Wood juga pernah menyarankan agar kandidat menambahkan tiga hingga empat kalimat dalam ucapan terima kasih, yang menjelaskan bagaimana mereka akan membantu menyelesaikan tantangan bisnis perusahaan.
Prinsip yang sama berlaku dalam follow-up. Menurut Hendler-Grunt, kuncinya adalah terus memberikan nilai tambah (adding value) dalam setiap komunikasi.
Lorraine K. Lee, penulis buku Unforgettable Presence, juga menulis bahwa mengajukan pertanyaan lanjutan dengan sopan setelah jeda waktu yang wajar menunjukkan bahwa Anda adalah pribadi yang proaktif.
Selain itu, sertakan informasi baru di setiap pesan memberikan alasan yang jelas bagi perekrut untuk kembali merespons.
Jika di awal belum mendapat balasan, jangan langsung berkecil hati. Namun jika setelah sekitar empat kali mengirim email namun tidak menerima respon, Hendler-Grunt menyarankan Anda untuk mulai fokus mencari peluang kerja lain.
Menurut Hendler-Grunt, banyak pencari kerja muda merasa khawatir akan mengganggu perekrut dengan terus melakukan follow-up.
Padahalnya, perekrut sering kali mendapatkan berbagai pesan. Dalam situasi seperti itu, sedikit kegigihan justru bisa membuat Anda lebih mudah diingat.






