TopCareer.id – Jumlah lowongan kerja di Inggris Raya anjlok ke level terendah dalam lima tahun. Bahkan, angkanya turun ke tingkat yang belum terlihat sejak masa pandemi.
Menurut situs pencari kerja Adzuna, jumlah pekerjaan yang diiklankan turun 3 persen pada Januari menjadi 695 ribu. Ini jadi pertama kalinya jumlah lowongan yang diiklankan turun di bawah 700 ribu sejak Januari 2021.
Dilansir The Guardian, Kamis (4/3/2026), lowongan kerja di Inggris Raya untuk lulusan baru (fresh graduate) juga turun di bawah 10 ribu untuk pertama kalinya, sejak Adzuna mulai melacak data ini pada 2016.
Riset ini dirilis beberapa hari usai data resmi menunjukkan tingkat pengangguran di Inggris naik ke level tertinggi dalam 5 tahun, yaitu 5,2 persen.
Kenaikan ini terjadi di tengah perlambatan pertumbuhan upah, serta meningkatnya kekhawatiran bahwa kaum muda akan jadi pihak yang paling terdampak perlambatan perekrutan.
Baca Juga: Kursus Bahasa Inggris Diminati Dewasa, Buat Apa?
Turunnya jumlah lowongan ini melanjutkan tren penurunan yang terlihat pada akhir 2025, dengan penurunan 16 persen dibandingkan Januari tahun lalu dan hampir 20 persen dibandingkan enam bulan sebelumnya.
Hal ini menunjukkan tajamnya penyusutan peluang kerja sejak pertengahan 2025, saat para pemberi kerja menahan perekrutan akibat naiknya iuran jaminan sosial nasional dan upah minimum di Britania Raya.
Kenaikan biaya tenaga kerja juga terjadi saat sebagian perusahaan lebih memprioritaskan investasi pada otomatisasi dan teknologi AI, dibandingkan merekrut karyawan baru.
Para pencari kerja muda jadi yang paling terdampak. Tingkat pengangguran usia 18 hingga 24 tahun naik jadi 14 persen dalam tiga bulan terakhir di 2025.
Angka itu jadi yang tertinggi dalam lima tahun, atau hampir 11 persen jika periode pandemi tidak dihitung. Penurunan bulanan paling tajam terlihat di London, dengan jumlah lowongan turun hampir 6 persen pada Januari.
Baca Juga: Lowongan Kerja Tukang Ledeng dan Koki di Antartika, Gaji Rp 600 Jutaan
Selain itu, persaingan kerja juga meningkat dengan rata-rata 2,4 pencari kerja untuk setiap satu lowongan, naik dari 2,27 pada Desember.
Pekerjaan yang paling banyak dicari meliputi staf gudang, tenaga pendukung layanan kesehatan, sopir truk, buruh, dan asisten dapur.
Andrew Hunter, salah satu pendiri Adzuna, mengatakan bahwa meski persaingan tetap tinggi, beberapa sektor terlihat lebih bertahan karena mulai beradaptasi dengan kondisi sulit dan berinvestasi di bidang yang dianggap penting.
Bagi pencari kerja pada awal 2026, pasar kerja masih menantang, dengan lebih sedikit lowongan dan persaingan ketat.
Namun, pertumbuhan upah yang berlanjut menunjukkan bahwa perusahaan tetap bersedia membayar untuk keterampilan yang tepat.






