TopCareer.id – Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Amerika Serikat (AS) Lori Chavez-DeRemer mengundurkan diri pada Senin awal pekan ini, di tengah berbagai skandal dan penyelidikan seputar dirinya.
“Menteri Tenaga Kerja Lori Chavez-DeRemer akan meninggalkan pemerintahan untuk mengambil posisi di sektor swasta,” kata Steven Cheung, juru bicara Gedung Putih, melalui media sosial.
Cheung mengatakan bahwa Keith Sonderling, Wakil Menaker AS saat ini, akan menjabat sebagai pelaksana tugas.
Tekanan terhadap Chaves-DeRemer meningkat beberapa pekan terakhir, seiring dengan para penyelidik dan anggota Kongres yang menyoroti dugaan pelanggaran yang melibatkan dirinya, staf, dan anggota keluarganya.
Kantor inspektur jenderal Departemen Tenaga Kerja hampir menyelesaikan penyelidikan yang telah berlangsung berbulan-bulan, terkait laporan whistleblower tentang dugaan pelanggaran profesional oleh Chavez-DeRemer dan para staf dekatnya.
Baca Juga: Resolusi Hidup Sehat Jadi Pilihan Warga AS di 2026
Dilansir The Business Times, dikutip Kamis (23/4/2026), tuduhan itu termasuk dugaan hubungan personal dengan anggota tim keamanannya, serta penggunaan fasilitas departemen untuk perjalanan pribadi.
Chavez-DeRemer akan ditanyai lebih lanjut soal dugaan-dugaan tersebut dalam waktu dekat.
Para penyelidik sudah memeriksa puluhan saksi dan menemukan bukti Chavez-DeRemer bersama stafnya diduga menyalahgunakan batas pengeluaran federal untuk perjalanan pribadi, termasuk penggunaan hotel mewah, penyewaan SUV, dan biaya makan.
Empat orang telah mengundurkan diri atau diberhentikan terkait penyelidikan ini.
Baca Juga: Gelombang PHK Akibat AI Mulai Terasa di AS
Penyelidik juga memerikas pesan teks yang dikirim kepada staf muda oleh Chavez-DeRemer, mantan wakil kepala stafnya, suami, dan ayahnya.
The New York Times melaporkan, pesan-pesan tersebut menunjukkan bahwa Menaker AS itu diduga mengonsumsi alkohol selama jam kerja dan memunculkan pertanyaan mengenai profesionalisme terhadap stafnya.
Nick Oberheiden, pengacara Chavez-DeRemer untuk penyelidikan internal mengatakan pada Senin bahwa kliennya tidak mengundurkan diri karena melanggar hukum dan tidak ada temuan semacam itu.
Sementara, Chavez-DeRemer melalui unggahan di X mengatakan dirinya merasa terhormat bisa melayani di bawah Presiden AS Donald Trump.






