Lifestyle

Perempuan Lebih Rentan Kena Autoimun? Ini Penjelasan Pakar UGM

Penggunaan obat-obatan

Tantangan lainnya adalah penggunaan obat-obatan imunosupresan. Obat ini bekerja dengan menekan sistem kekebalan tubuh agar tidak lagi menyerang organ tubuh sendiri.

Namun, di sisi lain, sistem imun juga berfungsi melindungi tubuh dari bakteri, virus, dan berbagai kuman penyebab penyakit.

“Menurut saya, pendekatan yang ideal bukan sekadar menekan sistem imun, melainkan mengembalikan sistem imun agar mampu mengenali mana yang merupakan bagian tubuh sendiri dan mana yang merupakan benda asing,” kata Nyoman.

Nyoman menambahkan, selama ini pengobatan autoimun banyak menggunakan obat-obatan kimia yang bekerja dengan menekan sistem imun. Meski dibutuhkan, namun ada efek samping yang mungkin menimbulkan masalah kesehatan lain.

“Karena itulah saya tertarik mengembangkan penelitian mengenai obat herbal. Harapannya, di masa depan dapat ditemukan terapi yang mampu mengembalikan fungsi sistem imun menjadi normal, bukan hanya menekannya,” imbuhnya.

Baca Juga: Self-Care Bermanfaat, Tapi Bukan Asal Minum Obat

Yang terpenting bagi masyarakat saat ini adalah menjalani hidup dengan tenang. Apapun pekerjaan yang dilakukan, usahakan untuk menikmatinya.

“Ketika seseorang terus-menerus menjalani sesuatu yang tidak disukai, energinya akan terkuras dua kali. Pertama, untuk melawan perasaan tidak nyaman terhadap pekerjaannya, dan kedua untuk menyelesaikan pekerjaan itu sendiri,” kata Nyoman.

Sementara, bagi orang yang memiliki keturunan atau bakat genetik, cobalah untuk mengurangi faktor-faktor pemicunya. Hindari stres berlebihan, tidak memaksakan diri sampai kelelahan, dan batasi paparan sinar matahari yang berlebihan.

“Selain itu, tentu tetap menjalankan pola hidup sehat, seperti menghindari rokok, alkohol, dan menjaga lingkungan tetap bersih,” pungkas Nyoman.

Previous page 1 2 3 4
Banner Loker

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button