TopCareer.id – Google kini punya alat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bernama Pomelli, yang bisa membantu UMKM membuat materi promosi dengan mudah.
Google Pomelli sebelumnya sudah diluncurkan untuk pengujian beta pada Oktober 2025 lalu di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia, dan Selandia Baru.
Namun pada 9 Maret lalu, Google mengumumkan mulai merilis Pomelli di 170 negara, termasuk Indonesia.
Dikutip dari laman resminya, Jumat (13/3/2026), Pomelli merupakan AI yang dikembangkan Google Labs dan Google DeepMind.
Pomelli adalah alat pemasaran berbasis AI yang dirancang untuk membantu UMKM membuat kampanye media sosial yang sesuai dengan identitas brand mereka, sehingga dapat membantu pertumbuhan bisnis.
Baca Juga: Serangan Siber Berbasis AI Masih Ancam UMKM Indonesia
Pengguna pun cukup melakukan tiga langkah. Pertama, pengguna cukup memasukkan situs web-nya, lalu Pomelli akan menganalisa dan membuat profil “Business DNA” untuk brand.
Dengan menganalisis situs web dan gambar yang sudah ada, Pomelli dapat secara otomatis mengekstrak dan memahami identitas merek bisnis Anda.
Profil ini mencakup nada komunikasi (tone of voice), font khusus, gambar, serta palet warna.
“Semua konten yang dihasilkan Pomelli didasarkan pada DNA ini, sehingga konten yang dibuat terasa lebih autentik dan konsisten di berbagai kanal,” tulis Google.
Setelah Business DNA terbentuk, Pomelli akan menghasilkan ide promosi yang dirancang khusus untuk bisnis pengguna.
Fitur ini membantu mengatasi masalah umum dalam mencari ide baru yang strategis, sehingga pengguna bisa dengan cepat memilih fokus kampanye.
Baca Juga: Awas ChatGPT Palsu, UMKM Wajib Waspada
Jika pengguna sudah memiliki ide sendiri, cukup mengetikkan prompt untuk membuat konten yang benar-benar sesuai dengan keinginan.
Terakhir, Pomelli akan membuat berbagai aset pemasaran berkualitas tinggi yang tetap selaras dengan identitas brand, untuk membantu mengembangkan jenama di berbagai kanal seperti media sosial, situs web, dan iklan.
Pengguna dapat menelusuri berbagai hasil yang dihasilkan dan memilih aset yang paling sesuai dengan tujuan kampanyenya.
Pengguna juga memiliki kendali penuh untuk mengedit teks atau gambar langsung di dalam alat tersebut. Semua aset bisa diunduh dan siap digunakan di berbagai kanal.






