Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Saturday, November 23, 2019
redaksi@topcareer.id
Profesional

Mengintip Profesi Periset Pemasaran

Dok. Marketing Donut

Topcareer.id – Apa yang harus kamu lakukan sebelum dan sesudah menciptakan dan memasarkan suatu produk? Hm, dalam berbisnis perusahaan perlu melakukan riset terlebih dahulu agar produk laku dipasaran.

Nah, semakin banyak perusahaan-perusahaan startup di Indonesia menjadikan profesi periset menjadi salah satu karir yang patut dipertimbangkkan, lho. Selain memiliki tingkat tantangan yang tinggi, bisnis konsultan riset pemasaran ini akan semakin banyak dilirik dalam berbagai industri.

Tapi apa sih tugas periset itu?

Periset bertanggung jawab atas olahan data-data hasil angket yang diberikan oleh responden di lapangan maupun data riset lainnya. “Tugas utama periset adalah menginterpretasikan data yang telah diperoleh setelah diolah, dan memformulasikannya ke dalam bentuk analisis terhadap sebuah produk,” ucap Astiti, seorang periset eksekutif Taylor Nelson Sofres (TNS) Indonesia.

Baca juga: Hasil Studi: Pemimpin Perempuan Tak Pantas Melucu di Kantor, Kenapa?

Periset pemasaran sendiri terbagi kedalam 2 bidang, yakni kualitatif yang sifatnya lebih menggali insight dari produk baik melalui diskusi kecil atau metode lainnya. Dan bidang kuantitatif yang lebih berhubungaan dengan angka sebagai statistik survei pasar melalui wawancara di lapangan terhadap responden.

Apa saja syarat menjadi periset?

Lebih lanjut Astiti mengungkapkan seorang periset harus mampu berpikir dengan menggunakan logika yang kuat, hal ini lantaran periset harus dapat menginterpretasikan sesuatu yang abstrak dan menganalisanya. Periset juga harus memiliki rasa ingin tahu yang besar, untuk menggali dan mendapatkan insight dari suatu produk dan perilaku konsumen.

Baca juga: Tiga Makanan untuk Bantu Cegah Pikun Saat Masih Muda. Apa Saja?

Selain itu dibutuhkan juga kemampuan berbicara yang baik sehingga mampu menjelaskan hal secara detail dan dapat ditangkap dengan jelas pesan yang ingin disampaikan olehnya.

Dan terakhir, periset juga harus bisa bekerja dalam tekanan, hal ini dikarenakan tugas-tugas periset merupakan pekerjaan yang sering berkejar-kejaran dengan deadline. *

Catatan: Dimuat dalam rubrik “Career Trend” majalah Topcareer, edisi November 2012.

Editor: Ade Irwansyah

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply