Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Monday, November 18, 2019
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Doyan Pedas? Hati-hati Bisa Bikin Demensia

Dok. Rare.us

Topcareer.id – Rasanya makanan kurang mantap kalau tak ada rasa pedas menemani. Bisa berupa sambal atau cabai super pedas. Namun, salah bila kamu doyan pedas lantas mengabaikan risiko kesehatan yang mengancam di baliknya. Selain risiko kesehatan terkait pencernaan, ternyata ada risiko kesehatan lain.

Temuan penelitian Kohort Longitudinal pada populasi besar di China menunjukkan bahwa secara konsisten mengonsumsi cabai dalam jumlah besar dapat mempercepat penurunan kognitif, meningkatkan risiko demensia seseorang.

Penelitian ini  dipresentasikan dalam makalah studi yang dimuat dalam jurnal Nutrients. Penelitian ini melibatkan 4.582 peserta Cina berusia di atas 55 tahun. Tim peneliti dipimpin oleh Zumin Shi, Ph.D., dari Qatar University, di Doha.

Baca juga: Manfaat Sarapan Pagi Untuk Kesehatan dan Kinerja Di Kantor

Risiko itu akan lebih tinggi jika kamu memakan lebih dari 50 gram cabai per hari.

“Konsumsi cabai ditemukan bermanfaat untuk berat badan dan tekanan darah dalam penelitian kami sebelumnya. Namun, dalam penelitian ini, kami menemukan efek buruk pada kognisi di antara orang dewasa yang lebih tua,” catat Zumin dalam laman Medical News Today.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang makan lebih dari 50 gram cabai per hari secara teratur memiliki hampir dua kali risiko penurunan kognitif orang yang makan kurang dari jumlah cabai ini.

Baca juga: Hindari Burnout untuk Kesehatan dan Karier Lebih Baik

“Berasal dari survei makanan, asupan cabai termasuk cabai segar dan kering, tetapi tidak termasuk capsicum manis atau lada hitam,” kata para peneliti dalam makalah studi mereka.

Tim juga mencatat bahwa peserta yang umumnya makan jumlah cabai yang lebih besar cenderung memiliki pendapatan keuangan yang lebih rendah, serta indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah.

Tetapi mereka melakukan lebih banyak aktivitas fisik, dibandingkan dengan orang yang makan sedikit cabai, dan asupan lemak serupa antara kedua kelompok. *

Editor: Ade Irwansyah

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply