Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Monday, November 18, 2019
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Kebohongan Ini Boleh Kamu Lakukan Saat Wawancara Kerja

Dok. Glamour

Topcareer.id – Berbohong memang buruk. Terlebih lagi saat melakukan wawancara, kebohongan merupakan hal yang harus dihindari. Saat wawancara kamu tak boleh berbohong soal keahlian kamu atau pengalaman kerja yang dilebih-lebihkan.

Dilansir dari Cheatsheet.com Rabu (6/11/2019), namun ada juga lho kebohongan-kebohongan kecil yang diperbolehkan saat menjawab pertanyaan ketika wawancara.

Untuk mengetahuinya, yuk kita simak apa saja pertamyaannya dan bagaimana menjawabnya dengan berbohong kecil.

Baca juga: 5 Sikap Tubuh yang Jadi Perhatian Para HRD saat Wawancara

Bagaimana kabar kamu?
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Applied Psychology mengatakan interaksi awal yang ringan saat wawancara dapat menentukan suasana hati selama wawancara. Jadi jika kamu ditanyakan bagaimana kabar kamu, meskipun saat itu kondisi kamu tidak baik sebaiknya kamu tersenyum, perhatikan kontak mata dan menjawab “Saya baik-baik saja. Hal itu akan terkesan lebih baik dan membuat susana menjadi lebih cair.

“Mengapa kamu mencari pekerjaan baru?”
Mungkin kamu keluar dari pekerjaan sebelumnya karena tidak cocok dengan atasan kamu. Tapi jangan kamu menjawabnya denngan menjelek-jelekan atasan kamu ya. Jawablah dengan mengatakan sesuatu yang baik tentang atasan kamu sebelumnya kemudian beralih ke apa yang kamu cari untuk jangka panjang dan bagaimana peluang kerja baru ini cocok dengan kamu. Dan jawab juga bahwa posisi tersebut tepat dan kamu dapat mengembangkan karir pada posisi tersebut.

Baca juga: Dapat Panggilan Wawancara? Ini Tips Atasi Panel Interview

“Apa kelemahan terbesar kamu?”
Ini adalah salah satu pertanyaan yang paling ditakuti dalam wawancara kerja. Ketika seorang pewawancara meminta kelemahan terbesar kamu, kamu tidak perlu benar-benar memberi tahu mereka tentang kelemahan itu.

Sebenarnya pewawancara ingin mengetahui bagaimana kemampuan kamu untuk menganalisis diri sendiri dan melihat bagaimana kamu mengatasi kekurangan itu. Jadi jawablah dengan menyebutkan kelemahan yang kamu miliki, tapi yang tidak mempengaruhi kemampuan kamu bekerja. Tunjukkan pula kalau kamu berhasil mengatasi kelemahan atau menghilangkannya. Ingat, jangan pernah menjawab kamu tidak memiliki kelemahan karena itu menjadi jawaban negatif bagi perekrut!

Baca juga: Dapat Panggilan Wawancara? Ini Tips Atasi Panel Interview

“Bagaimana kamu melihat diri kamu selama 5 tahun terakhir?”
Semua perusahaan pasti tidak ingin menghabiskan waktu dan uang untuk melatih karyawan baru yang kemungkinan akan resign dalam 1 atau 2 tahun. Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui tujuan karir, melihat apakah kamu orang yang bisa menikmati pekerjaan itu dan seberapa lama kamu akan bertahan di suatu perusahaan.

Jadi jawablah dengan jawaban yang umum dan positif. Terlebih lagi jika kamu memang tidak berniat bekerja jangka panjang pada perusahaan itu, cobalah cari jawablah mengenai tanggung jawab kamu pada pekerjaan sebelumnya.

“Ceritakan bagaimana kamu bekerja pada proyek tim?”
Jawaban yang diharapkan bukan menjelaskan secara spesifik proyek yang kamu kerjakan namun lebih ke bagaimana kamu bekerjasama dengan tim untuk mencapai keberhasilan bersama. Walaupun pada pekerjaan sebelumnya, rekan kamu menjengkelkan dan tidak bisa diajak kerjasama, namu sebaiknya kamu fokus menjawab pada bagaimana kamu berkontribusi pada proyek dan bagaimana kamu membantu rekan kerja agar menghasilkan suatu yanng terbaik.

Kamu dapat menyebutkan tantangan kecil dalam menyelesaikan pekerjaan itu sendiri, tetapi pastikan untuk menggambarkan bagaimana kamu mengatasi tantangan itu dengan strategi yang bijaksana atau ide-ide kreatif. Akhiri jawaban kamu dengan menyoroti bagaimana tim memenuhi tenggat waktu dan bagaimana hal itu menguntungkan perusahaan.

“Apa minat kamu atau buku apa yang terakhir kamu baca?”
Mungkin pertanyaan ini terlihat sepele. Namun, kamu harus tetap waspada. Pewawancara masih menganalisis kamu dan masih mempertimbangkan apakah kamu cocok bekerja di perusahaan tersebut. Cobalah untuk memikirkan minat yang dapat membantu melatih keterampilan kamu sesuai dengan posisi tersebut.

Dan jika perekrut bertanya buku terakhir yang kamu baca, bicarakan buku yang berkaitan dengan industri itu dan benar-benar memiliki hasrat untuk pekerjaan yang kamu lakukan. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply