Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, August 8, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Bagaimana Laki-laki dan Perempuan Memandang Soal Kesehatan?

Ilustrasi. (dok.Shutterstock)

Topcareer.id – Perempuan kadang lebih sering merasa dirinya tak punya tubuh proporsional, tidak sehat, sehingga terus melakukan diet ketat dan olahraga sesering mungkin. Itu pandangan perempuan bagaimana melihat kesehatan mereka. Bagaimana dengan laki-laki?

Menurut sebuah penelitian Mayo Clinic yang diterbitkan American Journal of Health Behavior, ada perbedaan bagaimana laki-laki dan perempuan dalam melihat kesehatan mereka sendiri. Studi ini mensurvei 2.784 pengguna di Mayo Clinic and Abraham Healthy Living Center, sebuah pusat kesehatan karyawan.

“Temuan kami menunjukkan bahwa kepercayaan diri dalam mempertahankan kebiasaan sehat dapat dipengaruhi oleh gender dan juga tergantung pada kebiasaan spesifik mana yang dinilai. Aktivitas fisik, misalnya, versus diet,” kata Richa Sood, MD, internis Mayo Clinic, penulis bersama dan perancang penelitian tersebut, mengatakan dalam rilisnya.

Baca juga: Studi: Stres Karena Uang Berdampak Buruk pada Kesehatan Jantung

“Ini adalah informasi penting yang perlu diingat ketika merancang program kesehatan, untuk memaksimalkan pemanfaatan dan dampaknya terhadap kesehatan dan kesejahteraan karyawan,” ucap dia seperti dalam laman  The Ladders.

Studi

Para peneliti ingin belajar tentang pemanfaatan pusat kesehatan karyawan yang kurang, dan alasan spesifik gender apapun yang memungkinkan. Mereka mulai dengan membagikan 11.427 survei ke pusat-pusat kesehatan itu, dan 2.784 survei lengkap kembali. Dari mereka, 68% adalah perempuan, dan usia rata-rata di antara jenis kelamin adalah 49.

Survei menanyakan tentang status kesehatan pengguna dan kondisi kesehatan, kepercayaan diri mereka dalam menjaga kebiasaan sehat, tingkat stres mereka, dan kehidupan sosial. Pria dan wanita melaporkan tingkat stres yang sebanding, dan mereka berdua dilaporkan mendukung hidup sehat.

“Kami terkejut dengan temuan bahwa laki-laki merasa mereka sama sehatnya dengan perempuan meskipun memiliki lebih banyak masalah medis,” kata Dr. Sood.

Baca juga: Berapa Gelas Ideal Minum Kopi untuk Kesehatan?

Perempuan memiliki tingkat aktivitas fisik yang dilaporkan sendiri lebih rendah dan merasa kurang percaya diri sehingga mereka akan terus berolahraga.

Perbedaan ini, kata Dr. Sood, mungkin memiliki akar budaya karena gender telah terbukti mempengaruhi self-efficacy, terutama untuk aktivitas fisik. kata Dr. Sood. (Psikolog Albert Bandura telah mendefinisikan self-efficacy sebagai keyakinan seseorang pada kemampuan seseorang untuk berhasil dalam situasi tertentu atau menyelesaikan suatu tugas.)

Self-efficacy bukan sifat spesifik gender. Namun, memahami perbedaan gender di antara orang dewasa yang bekerja dapat membantu mengoptimalkan layanan kesehatan karyawan.” *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply