Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Januari 22, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Tiga Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Bikin Resolusi Tahun Baru

Sumber foto: oxyfresh.comSumber foto: oxyfresh.com

Topcareer.id – Ya, kita tahu bersama bahwa resolusi yang dibuat sulit untuk dijaga meski sudah dengan tekad yang kuat. Bahkan, penelitian mencatat resolusi itu kalah pada pertengahan Januari. Kenapa sulit untuk dijalankan? Bisa saja karena salah menetapkan resolusi di awal.

“Saya melihat banyak orang mengalami pasang surut proses resolusi tahun baru. Bagian dari pekerjaan saya membantu mereka mengubah cara dalam menetapkan resolusi,” kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan pelatih kekuatan mental dalam laman Business Insider.

Berikut tiga kesalahan yang harus dihindari ketika menetapkan resolusi menurut saran Amy Morin.

Baca juga: Resolusi Karier di Tahun Baru untuk Usia 50 Tahun

1. Menetapkan tujuan yang tidak dapat diukur

“Saya ingin bisa lebih bahagia tahun depan.” Atau “Saya harus sehat di 2020.” Jangan pernah buat resolusi yang samar-samar. Bagaimana kamu tahu jika kamu sudah mencapai tujuan kesehatan? Apakah minum lebih banyak air dianggap sebagai keberhasilan? Apakah pergi ke gym berarti kamu “sehat”?

Jika ingin mengubah kebiasaan (dan kehidupan), kamu harus menentukan seperti apa kesuksesan itu. Kemudian buat tujuan terukur yang melibatkan langkah yang jelas.

“Saya ingin dapat ‘mengangkat 100 pound’ lebih baik daripada ‘Saya ingin sehat.’ Dan ‘Saya ingin meluangkan waktu untuk teman-teman satu hari seminggu’ daripada ‘Saya ingin bahagia.’ Identifikasi konkret, perilaku perubahan yang bisa kamu lakukan,” tulis Morin.

Baca juga: Punya Bos Baru? Ajukan Pertanyaan Ini untuk Dapat Perhatiannya

2. Mengatur target resolusi terlalu tinggi

Menyatakan bahwa tahun depan kamu akan berolahraga setiap pagi bisa terasa sangat menyenangkan,  pada awalnya. Tetapi setelah kegembiraan awal hilang (sekitar 3 Januari), kemungkinan besar kamu tidak memiliki motivasi untuk terus maju.

“Menetapkan tujuan besar dapat menyebabkanmu merasa sangat kewalahan setelah hanya beberapa hari. Kamu akan lebih mungkin berhasil ketika menetapkan tujuan jangka pendek yang lebih kecil. Putuskan bahwa kamu akan pergi ke gym tiga hari seminggu.”

Sebuah studi 2013 yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Research menemukan strategi ini meningkatkan peluang orang memenuhi tujuan mereka.

3. Mulai resolusi pada 1 Januari

Ketika peneliti telah memeriksa bagaimana beberapa orang berhasil mengubah kebiasaan mereka, mereka menemukan bahwa perubahan terjadi secara bertahap. Dan agar orang dapat melakukan perubahan perilaku yang awet, mereka harus siap.

Menurut Morin, mencoba membuat perubahan pada tanggal 1 Januari tidak bekerja untuk kebanyakan orang karena tidak siap. Mereka hanya merasa terdesak untuk menyatakan apa yang akan mereka lakukan secara berbeda berdasarkan tanggal kalender saja.

“Jika kamu benar-benar ingin membuat resolusi yang sesuai, mulailah mengerjakan target ketika kamu siap untuk berubah. Tahan tekanan untuk menyatakan 1 Januari tanggalmu akan mengubah hidup. Akan lebih baik memulai proses ketika kamu siap. Apakah itu tanggal 22 Januari,” ucap dia. *

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan