Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, April 10, 2020
redaksi@topcareer.id
LifestyleTips Karier

Berat Badan Naik Karena Stres Bekerja, Kamu Mengalaminya?

Dok. iStock

Topcareer.id – Adakah yang ketika stres maka akan melakukan “pelarian” ke banyak makan dan ngemil? “Pelarian” seperti ini dianggap mampu sembuhkan tekanan yang sedang mendera, termasuk stres.

Menurut laporan spesial “Lose Weight and Keep It Off” dari Universitas Harvard, kasus seperti ini sering terjadi. Sejumlah orang melarikan diri dari masalah dengan makanan. Kenyataannya, ada beberapa wilayah di otak yang mendapat kebahagiaan dari makanan manis atau tinggi lemak.

Dua puluh tujuh persen orang dewasa Amerika Serikat mengaku makan untuk mengurangi gejala stres, 30% melewatkan makan dengan tujuan yang sama dalam pikiran dan 34% makan terlalu banyak atau makan makanan yang kurang sehat sebagai konsekuensi langsung dari “tekanan psikologis” mereka.

Baca juga: Stres di Kantor? Lihat Tanaman Selama 3 Menit

Bahkan, menurut laporan baru yang diterbitkan oleh para peneliti di Fit Rated, satu dari empat orang Amerika yang dipekerjakan biasanya makan dengan buruk sebagai akibat langsung dari stres terkait pekerjaan.

Perempuan dan eksekutif sangat terpengaruh, dengan yang terakhir rata-rata bisa naik berat badan hingga 5,3 pound per bulan yang artinya sekitar 2 kilogram.

Emotional eating, juga dikenal sebagai makan stres, bukanlah ilusi. Banyak orang menggunakan makanan tidak hanya untuk memadamkan hasrat mereka tetapi juga untuk memberi makan emosi mereka. Mereka makan ketika mereka merasa cemas, tertekan, atau kesepian.

Baca juga: Stres Menyerang? Coba 3 Permainan Ini di Kantor

“Dan mereka bahkan mungkin makan ketika mereka harus menghadapi hari yang menegangkan di tempat kerja,” sebut para penulis dalam laporan itu.

Stres pemicu emotional eating

Para peneliti mulai dengan polling 946 pekerja AS penuh waktu. Masing-masing kerja minimal 40 jam per minggu dan kumpulan survei berkisar usia 18-74 dengan usia rata-rata 37 dan standar deviasi 10 dan setengah tahun. Lima puluh tiga persen dari peserta diidentifikasi sebagai laki-laki, dan 47% diidentifikasi sebagai perempuan.

Dari 946 yang disurvei 611 responden melaporkan merasa stres di tempat kerja mereka baru-baru ini bulan lalu dan 246 pekerja yang disurvei mengatakan bahwa mereka umumnya tidak puas dengan pekerjaan mereka. Karyawan yang stres rata-rata naik 1,8 kg sebulan.

Empat puluh tujuh persen anggota yang termasuk dalam kelompok demografis mengaku mengonsumsi lebih banyak makanan bergula saat bekerja dan sebagian kecil terus makan hingga larut malam.

Bukan saat tidak bahagia yang menambah asupan kalori mereka, mereka juga cenderung menghabiskan lebih banyak uang untuk makanan ketika mereka meninggalkan kantor masing-masing.

“Stres bukan satu-satunya faktor. Merasakan tekanan dari atasan, mengelola proyek yang rumit, menyulap terlalu banyak tugas sekaligus, atau tidak dianggap serius oleh rekan kerja, adalah situasi stres yang dapat memicu emotional eating, di mana dapat memicu kenaikan berat badan.” *

Editor: Ade Irwansyah

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply