Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Juni 20, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Asa Penjual Mainan Kayu Kalibata Ditengah Maraknya Game Online

Iyan (55) penjual toko mainan kayu di Kalibata. Foto: Topcareer.id/Ali

Topcareer.id – Saat kamu melintas di jalan raya Pasar Minggu tepatnya di sisi barat Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Terlihat sebuah gubuk sederhana yang menjual aneka mainan berbahan kayu. Ada truk, bis transjakarta, bis kopaja, bajaj, bis tayo, truk molen dan masih banyak lagi.

Adalah Umar (75) pemilik toko mainan tersebut. Umar telah berjualan mainan kayu di tokonya tersebut sejak tahun 1970-an.

“Toko ini sudah buka sejak tahun 1970-an, dan pembelinya dari dulu sampe sekarang ada aja.” kata Iyan (55) anak Pak Umar yang kebetulan berada di toko.

Baca Juga: Duka Buruh Kasar Taman Pahlawan Kalibata: Tidur Di Jalan Hingga Kena Tipu

Umar sudah jarang ke toko, karena tubuhnya yang semakin menua. Umar memercayakan usaha toko mainan kayu kepada anak-anaknya, salah satunya Iyan. Setiap hari Iyan duduk di antara tumpukan barang dagangannya menanti para pembeli. Sementara lalu lalang kendaraan terus berseliweran di depan tokonya.

Harga mainan kayu yang dijual Iyan bervariasi dari mulai Rp 100.000 hingga Rp 400.000 tergantung model, ukuran dan tingkat kesulitan pembuatan.

“Sehari paling sepi laku 5, paling ramai bisa laku 10″tuturnya.

Iyan mengaku tokonya memang tak seramai dulu saat mainan kayu masih populer di tahun 1990-an hingga 2000-an. Namun ia yakin bahwa tokonya akan tetap didatangi para orang tua yang ingin membelikan mainan truk kayu untuk anak-anak mereka.

Baca Juga : Kisah Buruh Lepas Penggali Tanah di Jalan Makam Pahlawan Kalibata

“Kebanyakan orang lokal yang beli mainan, kadang turis ada juga yang beli, biasanya yang aneh-aneh kayak bajaj yang suka dibeli sama turis.” kata Iyan.

Maraknya mainan modern yang dijual di pasar ditambah dengan hadirnya gadget dan game online yang lebih canggih dan menarik mau tak mau berdampak pada bisnis penjualan mainan tradisional seperti bisnis mainan kayu milik Iyan. Iyan mengaku kini ia hanya bisa mengantongi omzet per bulan sekitar 3-4 juta. Meski begitu Iyan tak gentar dengan gempuran mainan modern. Menurutnya mainan kayu yang ia jual memiliki keunikan tersendiri.

“Kalo ini (mainan truk kayu) kan kerjaan tangan, beda sama mainan modern bikinnya pakai mesin, ini kerajinan, jadi lebih unik.”tegasnya.

Baca Juga: Tiongkok Keluarkan Larangan Bermain Game Pada Anak-Anak, Indonesia Kapan?

Mainan dengan harga termahal Rp 400.000 justru berukuran lebih kecil dalam bentuk miniatur untuk pajangan. Biasanya ia mengambil dari distributor di Lampung. Dari beragam jenis mainan kayu yang dijual, truk tanah dan bus paling laris dibandingkan model lain seperti bajaj, lokomotif, dan truk semen. Selain mainan kayu, Iyan juga menjual kinciran atau baling-baling kayu.

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan