Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Januari 18, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Wabah Korona: AS Konfirmasi Kematian Kedua, Italia Kasusnya Meningkat Pesat

Pemeriksaan di jalanan Italia terkait virus korona. (dok. Teller Report)

Topcareer.id – Penyebaran infeksi oleh virus korona yang mengakibatkan penyakit pernapasan akut tampak kian massif. Puluhan negara satu per satu melaporkan kasus infeksi wabah yang berasal dari Wuhan, China ini.

Update terbaru, sudah ada dua korban tewas di Amerika Serikat dilaporkan akibat virus korona baru. Sementara, Italia kini mengalami penyebaran virus hingga 50 persen. Berikut update soal virus corona Covid-19 seperti dilansir dari laman CNBC.

1. Kematian virus korona kedua di Amerika Serikat

Otoritas kesehatan di Washington mengkonfirmasi kematian kedua di AS dari virus korona baru pada hari Minggu (1/3/2020). Pasien itu adalah seorang pria berusia 70-an, yang dirawat di rumah sakit di EvergreenHealth, sebuah rumah sakit di Washington State, menurut Seattle dan Departemen Kesehatan Masyarakat King County.

Baca juga: Waspada, Perkiraan Virus Korona Jadi Wabah Global Naik 40 Persen

2. Kasus virus korona pertama dikonfirmasi di New York City

Kasus virus korona pertama di Manhattan telah dikonfirmasi, seorang wanita yang baru-baru ini bepergian ke Iran dan saat ini diisolasi di rumahnya, menurut seseorang yang akrab dengan masalah tersebut.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengkonfirmasi kasus pertama di negara bagian itu pada hari Minggu (1/3/2020), tanpa mengungkap di mana pasien persis tinggal. “Sejak awal, kami telah mengatakan bahwa ini semua soal waktu, bukan apakah akan ada kasus positif virus korona di New York. Sekarang kasus pertama kami telah dikonfirmasi,” kata Walikota New York City Bill De Blasio.

3. Korea Selatan melaporkan 476 kasus lagi

Korea Selatan melaporkan lompatan 476 kasus pada Senin (2/3/2020)pagi, sehingga total kasus infeksi di negara itu menjadi 4.212 kasus. Ada empat kematian lagi, sehingga jumlah total kematian menjadi 22, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea.

4. Perusahaan asing di Tiongkok masih menghadapi tantangan untuk kembali bekerja

Survei bisnis asing yang dirilis minggu ini menunjukkan banyak orang di China masih belum kembali bekerja, terutama di pabrik-pabrik. Hal itu menambah kerugian pendapatan.

“Masih ada sejumlah besar orang yang berdiam di tempat dan tidak dapat kembali ke (kota) tempat tinggal mereka,” kata Greg Gilligan, ketua Kamar Dagang Amerika yang berbasis di Beijing.

Baca juga: Virus Korona Dikhawatirkan Menyebar Tak Terdeteksi di Asia Tenggara

5. Museum Louvre Prancis ditutup

Epidemi virus korona yang menyebar sampai menutup Museum Louvre Prancis pada hari Minggu (1/3/2020). Hal itu dilakukan karena kekhawatiran para pekerja yang menjaga koleksi karya seni terkontaminasi oleh arus turis museum dari seluruh dunia.

Hampir tiga perempat dari 9,6 juta pengunjung Louvre tahun lalu datang dari luar negeri. Museum paling populer di dunia ini menyambut puluhan ribu penggemar setiap hari di Paris.

“Kami sangat khawatir karena kami memiliki pengunjung dari mana-mana,” kata Andre Sacristin, seorang karyawan Louvre dan perwakilan serikat pekerja.

6. Kasus virus korona Italia meningkat 50 persen

Italia melaporkan peningkatan 50% dalam kasus virus korona pada Minggu (1/3/2020), karena AS semakin membatasi perjalanan dan gedung opera La Scala yang terkenal ditutup.

Otoritas Perlindungan Sipil Italia melaporkan negara itu sekarang memiliki 1.694 kasus virus korona yang dikonfirmasi, naik dari 1.128 kasus yang dikonfirmasi pada hari Sabtu. Tiga puluh empat orang tewas. Italia memiliki kasus coronavirus terbanyak di antara negara mana pun di luar Asia. *

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan