Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, June 4, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Dilema Tenaga Medis yang Hamil di Saat Pandemi Corona

Ilustrasi. (dok. Youtube)

Topcareer.id – Semua pekerja medis di seluruh dunia sekarang tengah berjuang jadi ujung tombak memerangi wabah virus corona. Mungkin juga beberapa petugas medis di antaranya tengah hamil, tapi tetap bekerja.

Di seluruh dunia, panduan resmi dari pejabat kesehatan masyarakat sangat bervariasi tentang apakah petugas kesehatan hamil harus ada di hadapan pasien ketika pandemi COVID-19 menyebar.

Di Inggris para ahli sekarang menyarankan wanita yang lebih dari 28 minggu hamil untuk berhenti mengurus pasien, dan petugas kesehatan yang hamil di Singapura disarankan untuk menghentikan tugas garis depan.

“Sangat sedikit yang diketahui tentang COVID-19 dan pengaruhnya terhadap wanita hamil dan bayi. Tapi mungkin lebih baik mempertimbangkan membatasi paparan personil perawatan kesehatan hamil terhadap pasien yang terkonfirmasi atau diduga memiliki COVID-19, terutama selama prosedur berisiko tinggi,” menurut American College of Obstetricians and Gynecologists.

Baca juga: Pentingnya Bersihkan Ponsel di Tengah Pandemi Corona

Ya, kondisi ini sudah berat untuk pekerja medis, apalagi bagi mereka yang tengah hamil. Untuk saat ini, sebagian besar tergantung pada masing-masing rumah sakit yang menentukan apakah akan memberikan perlindungan tambahan untuk pekerja medis yang hamil.

Keputusan ini sangat rumit karena para peneliti belum dapat menentukan tingkat risiko yang dihadapi wanita hamil. Masyarakat medis menyebut wanita hamil sebagai bagian dari kelompok berisiko, karena gejalanya mungkin lebih parah bagi mereka.

Apa bahaya corona bagi wanita hamil? Baca halaman berikut>>

Leave a Reply