Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, November 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Cara Sembuhkan Luka dengan Lidah Buaya

Lidah buaya. (dok. Healthline)

Topcareer.id – Kita umumnya mengenal lidah buaya (aloe vera) untuk perawatan rambut dan kulit. Mungkin belum banyak yang tahu kalau tanaman jenis kaktus ini berguna untuk menyembuhkan luka di kulit.

Lidah buaya mengandung zat-zat yang berkhasiat sebagai obat. Dalam lidah buaya terkandung zat lignin, saponin, senyawa antrakuinon, senyawa kuinon, vitamin, senyawa gula, enzim, dan asam amino.

Lidah buaya diyakini mempunyai kemampuan untuk mengobati luka terbuka dan efektif dalam menyembuhkan radang kulit. Bisa demikian karena lidah buaya mengandung saponin yang mempunyai kemampuan sebagai pembersih antiseptik, serta senyawa antrakuinon dan kunion sebagai antibiotik dan penghilang rasa sakit. Sifat merangsang pertumbuhan jaringans el baru dari kulit (epitelisisasi) juga dimiliki oleh lidah buaya.

Baca juga: Soteriophobia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Senyawa yang terkandung dalam gel lidah buaya mudah teroksidasi oleh udara maupun cahaya. Akibatnya, daging daun lidah buaya yang sudah dikupas dan berwarna hijau jernih itu akan cepat berubah warna menjadi kecoklatan dan sifat fisiknya cenderung berubah menjadi cairan.

Oleh karena itu, dalam praktik pengobatan luka terbuka kulit dengan lidah buaya, perlu dilakukan dengan cepat.

Baca juga: Ini Cara Simple Lawan Ketiak Hitam

Caranya

Mula-mula potong lidah buaya pada pangkal daunnya, kemudian dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran atau tanah. Setelah itu lidah buaya dikupas hingga didapatkan daging daunnya yang berwarna jernih kejauhan.

Agar tidak berubah warna menjadi coklat karena teroksidasi, daging daun lidah buaya yang sudah terkupas tersebut segera dicuci kembali, dan langsung ditempelkan pada luka. Kemudan dibebat dengan kain perban supaya tidak jatuh, sekaligus untuk mengurangi kontak dengan udara dan cahaya. * Sumber: Alternative Healing, Penerbit Intisari, 1997.

the authorAde Irwansyah

Leave a Reply