Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, September 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Kala Mafia Membantu Masyarakat Miskin Terdampak Corona di Italia

Warga Italia terdampak corona. (dok. Dailysabah)

Topcareer.id – Ketika Italia berjuang untuk membangkitkan roda perekonomiannya di tengah pandemi virus corona, para Mafia Italia mendapatkan dukungan lokal dengan mendistribusikan makanan gratis kepada keluarga miskin yang kehabisan uang tunai akibat lockdown.

Pihak berwenang telah memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati. Dalam beberapa minggu terakhir, video telah muncul dari geng-geng Mafia mengirimkan barang-barang penting ke daerah selatan yang paling terpukul akibat lockdown dan miskin di Campania, Calabria, Sisilia dan Pugliayang.

“Selama lebih dari sebulan, toko, kafe, restoran, dan pub telah ditutup,” Nicola Gratteri, penyelidik antimafia dan kepala kantor kejaksaan di Catanzaro, mengatakan kepada Guardian. Pemerintah mengeluarkan kupon belanja untuk mendukung masyarakat. Jika negara tidak segera bertindak untuk membantu, mafia akan menyediakan layanannya, dan bisa memaksakan kendali mereka atas kehidupan orang-orang.

Baca juga; Jepang dan Singapura Bakal Sangat Berjuang Hadapi Ekonomi Dampak Corona

Konsekuensi dari lockdown nasional mempengaruhi jutaan orang di Italia. Menurut CGIA Mestre, ada laporan bahwa pemilik toko kecil ditekan untuk memberikan makanan gratis, sementara polisi berpatroli di supermarket di beberapa daerah untuk menghentikan pencurian.

Banyak video beredar tentang orang-orang di Sisilia yang memprotes bantuan pemerintah yang mandek, atau orang-orang demo di luar bank di Bari. Mafia siap menyediakan api bagi mereka.

Dari sinyal pertama meningkatnya kerusuhan sosial, menteri dalam negeri Italia, Luciana Lamorgese, mengatakan, “Mafia dapat mengambil keuntungan dari meningkatnya kemiskinan untuk merekrut orang ke organisasinya”. Melalui langkah sederhana membagikan paket makanan gratis berupa pasta, air, tepung dan susu.

Dalam beberapa hari terakhir, polisi di Naples telah mengintensifkan kehadiran mereka di tempat-tempat termiskin di kota itu, tempat para lelaki yang terikat dengan Camorra, mafia Neapolitan, yang telah mengatur pengiriman paket makanan ke rumah-rumah di sana.

Baca juga: IMF: Ekonomi Global Mungkin Belum Pulih dari Pandemi Corona pada 2021

Di Palermo, menurut La Repubblica, saudara lelaki dari bos Cosa Nostra diduga membagikan makanan kepada orang miskin di lingkungan Zen, sebuah daerah dengan kehadiran mafia yang mapan. Ketika berita itu tersebar, pria itu membela diri di Facebook, mengklaim bahwa ia hanya melakukan pekerjaan amal dan menyerang jurnalis yang pertama kali melaporkan berita itu.

“Mafia bukan hanya organisasi kriminal,” kata Federico Varese, profesor kriminologi di Universitas Oxford. “Mereka adalah organisasi yang bercita-cita untuk memerintah wilayah dan pasar. Pengamat sering fokus pada aspek keuangan mafia tetapi mereka cenderung lupa bahwa kekuatan mereka berasal dari memiliki basis lokal yang dapat digunakan untuk beroperasi.”

“Para bos mafia menganggap kota mereka sebagai wilayah kekuasaan mereka sendiri,” kata Gratteri. “Para bos tahu betul bahwa untuk memerintah, mereka perlu menjaga orang-orang di wilayah mereka. Dan mereka melakukannya dengan mengeksploitasi situasi untuk keuntungan mereka.”

Baca juga: Kasus Virus Corona di Italia Tertinggi Kedua Setelah China, Ini Detilnya

Mafia tahu betul di kemudian hari mereka dapat mengandalkan dukungan dari keluarga-keluarga yang telah dibantunya. “Pemberian ini oleh para mafia bukanlah hadiah. Mafia tidak melakukan apa pun dari hati yang baik. Mereka berkenan bahwa setiap orang harus membayar kembali dalam bentuk apa pun, dengan membantu dan bersekongkol dengan mereka melakukan tindak kriminal,” kata Varese.

Kantor kejaksaan antimafia Italia mengatakan para bos mafia akan menawarkan bantuan modal untuk bisnis-bisnis yang membutuhkan akibat pandemi Covid-19. Kemudian, mereka akan menggunakan bisnis itu untuk keuntungan pencucian uang dari kegiatan kriminal. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply