Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, September 23, 2020
redaksi@topcareer.id
Sosok

60 Tahun Pimpin Perusahaan, Pencipta Hello Kitty Shintaro Tsuji Mundur

Hello Kitty dan penciptanya, Shintaro Tsuji. (dok. Newsjatt)

Topcareer.id – CEO Sanrio sekaligus pencipta Hello Kity mengundurkan diri setelah lebih dari enam dekade memimpin perusahaan tersebut.

Pada tahun 1960, Shintaro Tsuji mendirikan Sanrio, awalnya bernama Yamanashi Silk Company. Hello Kitty diciptakan oleh perusahaan pada awal 1970-an, Shintaro Tsuji menciptakan Hello Kitty dibantu oleh desainer Yuko Shimizu.

Shintaro yang kini berusia 92 tahun, telah diumumkan bahwa dirinya akan mengundurkan diri dari posisinya di Sanrio pada 1 Juli 2020, dan akan digantikan oleh cucunya, Tomokuni Tsuji (31).

Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, Tomokuni yang berusia 31 tahun akan menjadi CEO termuda di perusahaan Jepang.

Baca juga: Microsoft Jepang: Kerja 4 Hari Seminggu, Produktivitas Naik 40%

Secara kebetulan, Tomokuni bos baru Sanrio akan segera berbagi acara ulang tahun dengan Hello Kitty, pada 1 November 2020. Namun, dia 14 tahun lebih muda dari karakter tersebut.

Shintaro awalnya akan digantikan oleh putranya, Kunihiko. Tetapi, Kunihiko meninggal pada 2013 lalu pada usia 61 setelah menderita gagal jantung.

Nantinya Shintaro akan tetap menjadi ketua perusahaan ketika cucunya mengambil alih. Pada tahun 2014 lalu, Sanrio sempat memicu kebingungan di kalangan penggemar Hello Kitty ketika perusahaan menyatakan bahwa karakter itu bukanlah kucing, melainkan “gadis kecil yang bahagia”.

Berbicara kepada LA Times, antropolog Christine R Yano, yang ditugaskan menangani retrospeksi ulang tahun ke-40 Hello Kitty oleh Sanrio, melakukan koreksi.

“Hello Kitty bukan kucing. Dia adalah karakter kartun. Dia adalah seorang gadis kecil. Dia adalah teman,” kata profesor itu. “Dia bukan kucing. Dia tidak pernah digambarkan merangkak. Dia berjalan dan duduk seperti makhluk berkaki dua.” *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply