Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 21, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Bantu Riset Tangani Covid-19, Jepang Ciptakan Komputer Super Cepat

Superkomputer tercepat dari Jepang. (dok. Techwireasia)

Topcareer.id – Untuk pertama kalinya Jepang memiliki superkomputer tercepat di dunia dan kini digunakan untuk meneliti penyebaran dan penanganan virus corona.

Fugaku, yang dikembangkan oleh Fujitsu dan lembaga penelitian pemerintah Riken, menempati peringkat pertama dalam daftar Top500 komputer superkomputer global, Fujitsu dan Riken mengumumkan ini pertama kalinya komputer Jepang mengambil posisi teratas sejak 2011.

Top500 menghitung dengan tolok ukur seperti kecepatan pemrosesan dan kinerja komputasi yang digunakan dalam kecerdasan buatan dan pembelajaran mendalam.

Baca juga: Microsoft Jepang: Kerja 4 Hari Seminggu, Produktivitas Naik 40%

Fugaku dapat melakukan lebih dari 415 kuadriliun (atau 415.000 triliun) komputasi per detik, menjadikannya 2,8 kali lebih cepat dari Summit, superkomputer yang dibangun oleh IBM yang sebelumnya memegang posisi teratas.

Teknologi terdepan yang dikembangkan untuk Fugaku diharapkan akan “berkontribusi pada kemajuan besar pada tantangan sosial yang sulit seperti Covid-19,” Satoshi Matsuoka, direktur Pusat Riken untuk Ilmu Komputasi, mengatakan dalam sebuah pernyataan dikutip CNN.

Superkomputer Jepang sudah digunakan secara eksperimental untuk penelitian tentang Covid-19, termasuk pada diagnostik, terapi, dan simulasi penyebaran virus, kata Riken dalam sebuah pernyataan di bulan April lalu.

Baca juga: New Normal Ala Jepang: Dilarang Teriak Saat Naik Roller Coaster

Fugaku yang merupakan nama lain untuk Gunung Fuji dijadwalkan beroperasi pada kapasitas penuh tahun depan.

Didukung oleh chip dari SoftBank, superkomputer Jepang terbaru ini menggeser Summit ke tempat kedua. Sierra, sistem buatan Amerika Serikat yang lain menempati posisi ketiga, dan dua superkomputer yang dikembangkan oleh lembaga penelitian nasional Cina, Sunway TaihuLight dan Tianhe-2A, melengkapi posisi lima besar. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply