Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, September 24, 2020
redaksi@topcareer.id
Info Beasiswa

Manfaat Personal Branding, dan Cara Membangunnya

Topcareer.id – Ketika kamu akan memasuki dunia kerja maupun usaha, personal branding menjadi hal yang tak boleh dilupakan. Sebab dengan personal branding, kamu akan lebih dikenal dan bahkan dilirik baik oleh perekrut, investor maupun pelanggan.

Hal ini pun turut menjadi perbincangan hangat dalam webinar “Lulus saat pandemi? kerja, bisnis atau lanjut sekolah?” yang diselenggarakan Kampusupdate.com bersama Universitas Prasetya Mulya.

“Personal branding itu penting karena itu merupakan gambaran seperti apa kamu di mata target yang kamu tuju,” ujar salah satu narasumber webinar, Rudy Handoko pada Rabu (5/8/2020).

Lebih lanjut, Rudi yang berprofesi sebagai Business Growth Consultant juga menjelaskan beberapa keuntungan dengan memiliki personal branding yang baik.

Baca juga: Yang Harus Dijauhi dalam Personal Branding

Pertama, personal branding dapat meningkatkan kepercayaan diri. Di mana ketika kita sudah mengetahui kemampuan dan dapat menutupi kelemahan yang dipunyai, kita akan lebih percaya diri menawarkan diri kita maupun brand itu sendiri.

Kemudian yang kedua, dengan personal branding yang positif, secara otomatis dapat membuka kesempatan atau jalan karier yang baik untuk ke depannya. Hal ini lantaran orang akan percaya kepribadian yang kamu tonjolkan benar adanya dan tidak dibuat-buat.

Selain itu, personal branding juga dapat membuat kita lebih dihormati dan dianggap berbeda dengan yang lainnya. Sehingga kita lebih dikenal lagi secara luas dan mendapatkan koneksi-koneksi yang tentunya dapat menguntungkan buat diri kita.

Baca juga: 7 Cara Bangun Personal Branding untuk Sukses Berkarier

Lalu pertanyaannya, bagaimana cara kita membuat personal branding?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Rudy memulainya dengan kalimat “you are what you are in social media.” Di mana melalui media sosial, kita bisa membangun suatu karakter yang ingin kita tonjolkan ke khalayak ramai.

“Pesen saya antar sosial media satu sama lain harus sejalan. Jangan LinkedInnya bagus tapi di instagram kerjaanya mengeluh dan memamerkan foto yang tidak pantas. Ini akan menjadi personal brand yang kurang baik,” pungkaksnya.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply