Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 21, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Ilmuwan Finlandia Temukan Obat untuk Atasi Mabuk Akibat Alkohol

Ilustrasi. Dok. Collective Evolution

Topcareer.id – Para sejarawan mungkin tidak tahu pasti bagaimana cara menghentikan mabuk dan efeknya, tapi yang pasti, mabuk telah mengganggu umat manusia sejak alkohol pertama kali ditemukan.

Berabad-abad kemudian, semua cara pengobatan buatan sendiri, homeopati, dan bahkan penelitian ilmiah untuk gejala mabuk telah muncul. Pada titik ini, pengobatan mabuk merupakan industri rumahan, yang melibatkan segala hal mulai dari minuman yang mengandung elektrolit, hingga transfusi intravenous.

Terkait hal ini, sebuah penelitian di Finlandia terhadap 19 relawan pria mengklaim telah memecahkan kode tentang apa yang diperlukan untuk mencegah gejala mabuk.

Rupanya, rahasia agar seseorang tidak mabuk dan mengalami efek lanjutannya, terletak pada sedikit asam amino yang disebut L-sistein, yang ditunjukkan oleh penelitian dapat membantu menurunkan kadar asetaldehida, dan senyawa kimia organik yang terkait dengan mabuk.

Baca juga: Unik, Koran di Jepang Bisa Ditanam dan Tumbuh Bunga Usai Dibaca

Dalam studi bersama Universitas Helsinki dan Universitas Finlandia Timur, orang Finlandia berpartisipasi meminum 1,5 gram alkohol untuk per kilogram berat badan, dan kemudian diberi tablet yang mengandung plasebo atau L-sistein.

Pada dosis yang lebih rendah 600 miligram, L-cysteine ​​diamati untuk mengurangi gejala stres dan kecemasan yang merupakan ciri mental dari mabuk. Pada dosis dua kali lipat (1200 miligram), komponen fisik dari pengar seperti mual dan sakit kepala juga berkurang.

Ada alasan untuk mengambil temuan ini dengan butiran garam yang cukup untuk melapisi tepi margarita. Pertama dan terpenting, studi ini setidaknya ditanggung sebagian oleh Catapult Cat Oy, perusahaan Finlandia yang sudah menjual tablet L-cysteine.

Ukuran sampel yang kecil dipengaruhi oleh fakta bahwa beberapa peserta harus ditinggalkan karena mereka tidak dapat minum cukup alkohol, dan peminum berat lainnya tidak melaporkan gejala hangover sama sekali.

Baca juga: Lima Gaya Komunikasi Seseorang yang Tunjukkan Karakter Aslinya

Komunitas ilmiah masih akan membutuhkan lebih banyak data sebelum secara resmi dapat menyatakan L-sistein atau apa pun yang menyerupai obat mabuk, agar disetujui departemen kesehatan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply