Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, January 25, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Mengenal Hipersomnia, dan Cara Mengatasinya

Sumber foto: ventureacademy.ca

Topcareer.id – Hipersomnia adalah kondisi di mana kamu merasa ngantuk berlebihan di siang hari. Ini dapat terjadi bahkan setelah menjalani tidur yang lama.

Hipersomnia bisa menjadi kondisi primer atau kondisi sekunder. Hipersomnia sekunder adalah akibat dari kondisi medis lain. Orang dengan hipersomnia akan kesulitan untuk menjalani fungsinya di siang hari karena mereka sering merasa lelah, yang dapat memengaruhi konsentrasi dan tingkat energi.

Penyebab hipersomnia
Hipersomnia terbagi menjadi dua, yakni: hipersomnia primer dan hipersomnia sekunder. Untuk hipersomnia primer penyebabnya diduga oleh masalah pada sistem otak yang mengontrol fungsi tidur dan bangun.

Sementara itu, hipersomnia sekunder adalah akibat dari kondisi yang menyebabkan kelelahan atau kurang tidur. Misalnya, sleep apnea dapat menyebabkan hipersomnia karena dapat menyebabkan kesulitan bernapas di malam hari sehingga memaksa orang untuk bangun berkali-kali sepanjang malam.

Beberapa obat juga dapat menyebabkan hipersomnia. Penggunaan narkoba dan alkohol yang sering dapat memicu rasa kantuk di siang hari. Penyebab lain yang mungkin adalah fungsi tiroid yang rendah dan cedera kepala.

Baca juga: Mengenal Gejala Long Covid dan Bagaimana Menanganinya

Siapa berisiko mengalami hipersomnia?
Orang dengan kondisi yang membuat mereka lelah di siang hari paling berisiko mengalami hipersomnia. Kondisi ini termasuk apnea tidur, kondisi ginjal, kondisi jantung, kondisi otak, depresi atipikal, dan fungsi tiroid yang rendah.

Orang yang merokok atau minum secara teratur juga berisiko mengalami hipersomnia. Obat yang menyebabkan kantuk dapat memiliki efek samping yang mirip dengan hipersomnia.

Gejala hipersomnia
Gejala utama hipersomnia adalah kelelahan yang terus-menerus. Orang dengan hipersomnia mungkin tidur siang sepanjang hari tanpa berhasil menghilangkan rasa kantuk. Mereka juga mengalami kesulitan bangun dari waktu tidur yang lama.

Gejala hipersomnia lainnya meliputi:

  • Energi rendah
  • Sifat lekas marah
  • Kegelisahan
  • Kehilangan selera makan
  • Berpikir atau berbicara lambat
  • Kesulitan mengingat
  • Kecemasan

Pilihan pengobatan hipersomnia
Perawatan untuk kondisi ini dapat berbeda-beda, bergantung pada penyebab hipersomnia. Banyak obat yang ditujukan untuk narkolepsi dapat mengobati hipersomnia. Ini termasuk amfetamin, methylphenidate, dan modafinil. Obat-obatan ini adalah stimulan yang membantu untuk merasa lebih terjaga.

Seorang dokter mungkin merekomendasikan jadwal tidur yang teratur. Menghindari aktivitas tertentu juga dapat memperbaiki gejala, terutama menjelang waktu tidur. Kebanyakan orang dengan hipersomnia tidak boleh minum alkohol atau menggunakan narkoba.

Cara mencegah hipersomnia
Tidak ada cara untuk mencegah hipersomnia. Kamu hanya dapat mengurangi risikonya dengan menciptakan lingkungan tidur yang damai dan menghindari alkohol. Hindari juga obat-obatan yang menyebabkan kantuk dan hindari bekerja hingga larut malam.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply