Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, April 13, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Ingin Divaksin tapi Takut Disuntik? Coba 4 Tips Ini

Topcareer.id – Dengan berbagai penjelasan yang ada di media, kita kemungkinan besar sudah paham dengan pentingnya melakukan vaksinasi Covid-19.

Namun, bagi yang takut dengan jarum suntik, ini tentu jadi tantangan tersendiri lho.

Pasti enggak mau dong, mengalah pada ketakutan akan jarum suntik dan merelakan tubuh kita menghadapi bahaya Covid-19 tanpa adanya perlindungan.

Lalu, bagaimana cara untuk menghadapi ini? Tenang, seperti dikutip dari laman ABC Science, berikut beberapa tips yang bisa kamu coba.

Setop baca berita yang meresahkan
Julie Leask, seorang ilmuwan sosial dari Universitas Sydney yang mengkhususkan diri dalam penelitian vaksin, menyarankan untuk berhenti membaca berita yang hanya membuatmu merasa resah.

Ingat, vaksin akan diberikan melalui jarum yang cukup pendek dan halus, bukan dalam bentuk besar dan seram yang sering digambarkan di media.

Baca juga: Hindari Penggunaan Pereda Nyeri Preventif sebelum Disuntik Vaksin COVID-19

Hadiahi diri kamu dengan jajanan manis
Mungkin ini terdengar seperti rayuan untuk anak kecil, tapi rasa manis akan memicu sedikit zat kimia di tubuh yang merangsang perasaan enak dan nyaman di otak, tepatnya dalam bentuk dopamin dan opioid. Dengan begini, ketakutanmu pun akan sedikit mereda.

Melakukan latihan pernapasan
Bagi yang bermasalah dengan gula, jangan sedih, kamu bisa menggantinya dengan cara yang alami, yaitu latihan pernapasan. Dengan menguasai ini, tubuhmu pun akan lebih rileks dan terhindar dari rasa sakit berlebih.

“Jika kamu merasa tegang, usaha memasukkan jarum ke otot akan terasa sulit dan lebih menyakitkan,” kata dokter anak spesialis penyakit menular, Robert Booy.

Mempelajari seni distraksi
Ini bisa diterapkan pada orang dewasa maupun anak kecil. Jika seseorang datang untuk vaksinasi dan takut dengan jarum, Profesor Booy akan menyarankan agar mereka tidak melihat area yang akan disuntik..

Dia kemudian juga akan berbicara kepada mereka tentang apa yang terjadi, sehingga rasa sakit akibat suntikan tidak datang sebagai kejutan total.

“Yang terbaik adalah diberi tahu apa yang akan terjadi, dan diberi tahu, ‘ok. Ini hanya akan memakan waktu beberapa detik,'” katanya.

Nah, sudah siap untuk disuntik?**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan