Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Mei 13, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Mengenal Pertanian Hidroponik, Bisnis yang Kini Digeluti Mantan Bos Disc Tarra

Sistem pertanian hidroponik

Topcareer.id – Sempat berjaya pada masanya, kini Disc Tara sudah tinggal nama. Siapa sangka, Wirawan Hartawan sang pemilik beralih bisnis dengan mengambil langkah besar untuk pindah ke bidang pertanian hidroponik dan kembali mendulang sukses di pasaran.

Wawasan luas dan perhitungan serta prediksi yang tepat Wirawan untuk menjadi petani hidroponik telah menyelamatkan kehidupannya baik dari segi bisnis dan kesehatannya

Apa itu pertanian hidroponik?

Hidroponik adalah cara untuk bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, media penanaman diganti menggunakan air yang diberi nutrisi untuk menyuburkan akar dan mendukung pertumbuhan tanaman.

Kebun pertanian hidroponik

Baca Juga: 5 Hobi yang Bagus untuk Kesehatan Mental

“Simple, hidroponik sama pertanian tanah prinsipnya dua-duanya sama. Cuma bedanya cara ngasih makan tanamannya. Kalau di tanah tergantung dari tanahnya sendiri.”jelas Wirawan kepada Topcareer.id, saat ditemui di kantornya, Rabu (10/2/2021).

Menurut pemilik PT Hydrofarm Indonesia ini, dengan pertanian hidroponiknya yang sukses dalam satu tanaman membutuhkan 24 macam multivitamin dan mineral, sementara itu di tanah hanya ada 11 macam.

Dalam sistem hidroponik, airnya sudah komplit semua vitamin yang dibutuhkan digabung menjadi satu. Berbeda dengan tanah yang masih harus ditambahkan dengan pupuk kandang guna melengkapi vitamin yang masih kurang.

“Hidroponik gampang, airnya sendiri sudah komplit multivitaminnya. Jadi itu tanaman tinggal hisap nutrisinya dalam 24 jam, dibanding tanam di tanah tanaman mungkin hanya makan sekali sehari tergantung berapa kali kita menyiram.”tutur Wirawan.

Baca Juga: Manfaat Berkebun yang Jarang Kita Sadari

Teknologi hidroponik itu sendiri bisa mempercepat, meningkatkan kapasitas, dan menaikkan mutu makanan bagi sayuran dan buah itu sendiri.

Apakah hidroponik harus di buat di pabrik?
Tidak harus. Menurut Wirawan pertanian hidroponik bisa dibangun dalam skala kecil rumahan. “Dengan tanah 1×2 meter sudah cukup bagi satu keluarga makan sayur sehat seumur-umur.”ujar Hartawan.

“Hidroponik ini simple, kalau di rumah manual aja AB mix nya dicampur air, disirkulasi, sebulan kemudian panen, habis panen semai lalu tanam lagi. Kalau di tanah malah lebih ribet, harus tambah pupuk dan pestisida.” tambahnya.

Bagaimana market sayuran dan buah hidroponik?
Banyak orang skeptis dalam melihat bisnis sayur dan buah hidroponik. Namanya yang kurang familiar membuat orang berpikir hasil pertanian hidroponik akan dibanderol dengan harga yang sangat mahal sehingga pasarnya kurang menjanjikan. Namun Wirawan justru melihat sayur dan buah yang ditanam dengan penuh kualitas, rasanya akan berbeda dan marketnya masih besar.

“Kita cari market yang orang belum bisa masuk, yaitu market yang lebih high tech dan high quality, jadi marketnya besar semestinya.”kata Wirawan.

Untuk penilaian skeptis orang mengenai harganya Wirawan tidak gentar, menurutnya dengan harga yang ia berikan itu sudah termasuk menawarkan kualitas tertinggi dari sayur dan buah hidroponiknya yang sangat bisa mendukung kesehatan bagi yang mengonsumsinya.

Dan itu terbukti dengan hanya memiliki pasar di seputar Jaobodetabek saja Wirawan sudah kewalahan untuk memenuhi tingginya permintaan buah dan sayuran hidroponik miliknya. Dalam satu bulan ia bisa panen besar hingga 17 kali untuk memenuhi permintaan pelanggannya. Woow….lumayan bukan?**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan