Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Ternyata Begini cara Pembalap Formula One Mengemudi

Topcareer.Id – Formula one atau biasa disebut sebagai F1, adalah olahraga balapan mobil dengan desain khusus yang bersaing di beberapa trek sirkuit di kota-kota besar di seluruh dunia.

Setiap balapan dikenal sebagai Grand Prix, terdiri dari para pembalap F1 yang bertujuan untuk berkeliling trek dalam waktu secepat mungkin.

Yang menarik, selama mengemudi, para pembalap terlihat hanya kepalanya saja di dalam mobil F1 nya. Nah, tahukah kamu bahwa semua pembalap F1 sebetulnya bukan duduk, melainkan berada dalam posisi berbaring saat mengemudi.

Ada ilmu tertentu di balik mengapa tim di F1 mengadopsi posisi pengemudi ini, dan ini berkaitan dengan drag, downforce, dan mempertahankan pusat gravitasi yang rendah.

Drag mengacu pada hambatan udara yang dihadapi oleh objek bergerak apa pun, yang merupakan mobil itu sendiri dalam kasus Formula One.

Tim dalam balapan F1 ini bertujuan untuk mengurangi hambatan udara yang dialami kendaraan untuk meningkatkan akselerasi dan top speed.

Dengan kata lain, tim Formula One bertujuan untuk membuat mobil mereka lebih aerodinamis dengan mengurangi hambatan udara.

Hambatan udara mengacu pada partikel di udara yang mendorong kembali benda yang bergerak. Tingkat hambatan udara ditentukan oleh dua faktor yakni kecepatan kendaraan yang bergerak dan luas penampang.

Semakin besar kecepatan atau luas penampang, semakin besar hambatan udara.

Karena mobil Formula One tidak dapat mengorbankan kecepatan, mereka harus mengurangi luas penampang, yaitu tinggi dan lebar ujung depan mobil.

Baca juga: Wow! Gaji Pembalap MotoGP Capai Rp 17 Milar Per Bulan!

Seperti yang kamu lihat, ketinggian mobil F1 sendiri sangat rendah, sehingga luas penampangnya sudah jauh lebih kecil dari mobil biasa, ini memungkinkan mobil Formula One bergerak dengan kecepatan yang jauh lebih cepat.

Saat melaju dengan kecepatan tinggi, mobil Formula One mengalami daya angkat. Hal ini disebabkan adanya perbedaan tekanan di bawah dan di atas mobil.

Untuk menghindari pengangkatan ini, mekanik Formula One membuat langkah-langkah downforce tertentu.
Langkah-langkah ini termasuk penggunaan sayap besar di bagian moncong depan dan belakang kendaraan, agar menciptakan gaya angkat negatif (downforce), berat sayap yang dipasang bisa mencapai 3,5 kali berat mobil itu sendiri.

Sayap mobil Formula One yang dipasang membantu menjaga mobil tetap kokoh di tanah. Ketinggian yang rendah membantu mengurangi daya angkat dan membuat mobil tetap membumi saat kecepatan terus bertambah.

Selain lebih aerodinamis, alasan lain mobil F1 begitu ceper dengan tanah adalah untuk mendapatkan pusat gravitasi yang lebih baik.

Ini memungkinkan mobil F1 menjadi lebih seimbang saat menikung tajam, mengerem, dan berakselerasi.
Karena mobil memiliki pusat gravitasi yang lebih rendah, mobil dapat mengubah arah dengan kecepatan tinggi dan memungkinkan pengemudi menyelesaikan putaran lebih cepat.

Hal ini terutama diperlukan karena trek F1 panjang dan berkelok-kelok, dan mengharuskan pengemudi untuk berbelok tajam pada kecepatan tinggi.

Pengemudi F1 bukan duduk melainkan berbaring, namun tidak berbaring sepenuhnya. Pembalap mengambil posisi duduk setengah berbaring.

Posisi ini memungkinkan mereka untuk dengan mudah mengakses pedal di dalam mobil dengan kaki mereka.
Dengan begitu kaki pembalap dapat dengan mulus diakomodasi ke dalam desain aerodinamis mobil Formula One.

Setiap kursi F1 dibuat agar sesuai dengan bentuk tubuh pengemudi untuk memastikan tidak ada gerakan minimal ke samping selama balapan.

Baca juga: Daftar 10 Atlet Dunia Termahal di 2021

Desain kursi F1 yang biasa disebut bucket seat sangat penting diperhatikan desainnya, karena pengemudi harus tetap berada di kursi untuk waktu yang lama.
Posisi kursi ini memungkinkan pengemudi untuk melihat hanya sebagian di atas roda kemudi.

Jadi, pembalap Formula One harus melatih naluri dan refleks mereka dengan tampilan lintasan terbatas karena posisi duduknya nyaris berbaring.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan