Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Kemenkes Ungkap 6 Dugaan Penyebab Hepatitis Akut

Ilustrasi hepatitis akut. Dok/India.comHepatitis. Dok/India.com

Topcareer.id – Beberapa waktu lalu, Indonesia terkonfirmasi memiliki kasus hepatitis akut yang kini menjadi perhatian dunia. Namun, hingga saat ini, hepatitis akut di Indonesia masih belum diketahui penyebabnya.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril dalam keterangannya pada Selasa (24/5/2022) mengungkapkan ada 6 dugaan penyebab kasus penyakit ini.

Enam dugaan penyebab hepatitis akut berdasarkan data UK Health Security Agency, 19 Mei 2022 antara lain adenovirus biasa, adenovirus varian baru, sindrom post-infeksi SARS-CoV-2, paparan obat, lingkungan, atau toksin, patogen baru, kemudian varian baru SARS-CoV-2.

“Ini hipotesis-hipotesis, atau kemungkinan-kemungkinan, atau dugaan-dugaan sebagai penyebab hepatitis akut,” kata dr. Syahril pada konferensi pers secara virtual di Jakarta.

Dikatakan dr. Syahril, hipotesis tersebut terjadi di Inggris terutama dan Amerika. Terkait kondisi di Indonesia, ia mengatakan tinggal menunggu informasi terbaru hasil penelitian dugaan penyabab hepatitis akut tersebut.

Baca juga: Mau Lepas Masker Di Tempat Umum? Perhatikan Dulu Beberapa Hal Ini

“Nanti kita ikuti saja karena ini baru hipotesis, kita akan mengarah ke 6 hipotesis itu yang menjadi dugaan kuat oleh para ahli atau para ilmuwan,” ucapnya.

Situasi nasional hepatitis di Indonesia per tanggal 23 Mei 2022 pukul 16.00 WIB kasus kumulatif dugaan penyakit hepatitis parah ini ada 35 kasus. 19 kasus di antaranya discarded, dan ada 16 kasus probable dan pending classification.

Sementara, 16 kasus ini tersebar di 10 provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Barat, Banten, DIY, dan Sulawesi Selatan.

Pada tanggal 13 Mei 2022 telah diterbitkan keputusan Dirjen Pelayanan Kesehatan tentang tata laksana hepatitis akut pada anak yang belum diketahui penyebabnya di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kementerian Kesehatan telah menunjuk laboratorium nasional di Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) untuk menerima seluruh rujukan sampel untuk pasien-pasien yang diduga hepatitis.

Tinggalkan Balasan