Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, April 21, 2024
redaksi@topcareer.id
Tren

Pakai Hidrogen Lebih Hemat dari BBM? Begini Perbandingan Harganya

Ilustrasi memanfaatkan hidrogen untuk bahan bakar kendaraan lebih hemat daripada BBM.Ilustrasi memanfaatkan hidrogen untuk bahan bakar kendaraan lebih hemat daripada BBM. (Pexels)

Topcareer.id – Melalui PT PLN, pemerintah telah meresmikan Pilot Project Hydrogen Refueling Station (HRS) di Senayan. Pemanfaatan hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan dinilai lebih hemat jika dibandingkan dengan bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa memanfaatkan hydrogen terbukti lebih hemat dibandingkan menggunakan sumber energi berbasis fosil. Ia bahkan membandingkan pemanfaatan hidrogen, BBM hingga EV untuk bahan bakar kendaraan.

“Perbandingan harga penggunaan BBM dengan hidrogen, 1 km menggunakan BBM biayanya adalah Rp1.300,” kata Darmawan melalui siaran pers, dikutip Jumat (23/2/2024).

“Kalau kita menggunakan EV home charging biayanya sekitar Rp350-400 per 1 km, kalau menggunakan ultra fast charging Rp 550 per km. Jika kita menggunakan hydrogen biayanya hanya sekitar Rp276 per km,” tambahnya.

Disebutkan ada sejumlah keuntungan menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan. Pertama, hidrogen adalah sumber energi yang bersih dan tidak menghasilkan emisi saat digunakan, yang membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk mengurangi polusi udara.

Baca juga: Stasiun Pengisian Hidrogen Pertama Di Indonesia Resmi Beroperasi

Kedua, hidrogen adalah sumber energi yang berlimpah. Ini dapat diproduksi dari berbagai sumber, termasuk air, biomassa, dan gas alam. Ketiga, hidrogen dapat disimpan dengan mudah. Ini dapat disimpan dalam bentuk gas cair atau terkompresi, yang membuatnya mudah diangkut dan digunakan.

Kelebihan selanjutnya, kebutuhan BBM dalam negeri dipenuhi melalui impor sehingga dapat menggerus devisa negara. Sedangkan hydrogen, seratus persen menggunakan produk dalam negeri dan ramah lingkungan.

“Menggunakan 1 liter BBM emisi yang dikeluarkan sebesar 2,4 kg jadi untuk 1 km sekitar 240 gram. Kalau ini emisinya sudah nol karena menggunakan green hydrogen. Untuk itu, produksi hidrogen sebesar 128 ton per tahun bisa menyediakan energi untuk 438 mobil dengan pengurangan bbm 1,59 juta liter per tahun dan penurunan emisi 4,5 juta kg per tahun,” jelas Darmawan.

Pemilihan hydrogen sebagai energi masa depan yang ramah lingkungan juga diamini Senior Manager PLN Nusantara Power Up Muara Karang Mulyono.

“Bahan bakar hidrogen tidak ada emisi karena begitu digunakan sebagai bahan bakar mobil hydrogen dia keluarannya bukan lagi uap tapi air sehingga emisinya nol, emisinya zero maka hydrogen ini adalah merupakan energi masa depan yang menjadi salah satu pilihan penting untuk kita bersama nanti,” ucap dia.

Leave a Reply