TopCareer.id – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengajak mahasiswa agar siap menghadapi munculnya lapangan kerja di sektor green jobs.
Hal ini disampaikan Stella dalam Special Session Green Jobs Ecosystem Forum pada Indonesia Sustainability 360 Forum 2026, Kamis (27/8/2026).
Menurut Stella, green jobs membutuhkan cognitive skill tinggi. Untuk itu, anak muda perlu memiliki kemampuan learning to learn, beradaptasi dengan cepat, serta didukung pendidikan formal dan kemampuan teknis memadai.
Ia pun mendorong perguruant tinggi untuk memperkuat research mindset mahasiswa, sebagai fondasi kemampuan learning to learn.
Berpikiran riset bukan berarti seseorang harus jadi peneliti, melainkan dapat merumuskan pertanyaan secara tepat dan menjawabnya secara sistematis berdasarkan data dan logika.
Baca Juga: Wamenaker Minta Pemda Siapkan SDM Green Jobs
“Berpikiran riset artinya mampu untuk menanyakan pertanyaan secara tepat dan menjawab pertanyaannya secara sistematis menggunakan data dan logika,” kata Stella, mengutip laman resmi Kemdiktisaintek, Senin (31/8/2026).
Di samping itu, mahasiswa juga perlu mendapatkan lebih banyak paparan mengenai beragam green jobs. Stella menyebut geothermal dan natural hydrogen sebagai bidang yang perlu semakin dikenalkan kepada generasi muda.
Menurutnya, kolaborasi dengan industri dapat dilakukan melalui kursus, metode pembelajaran, dan workshop di universitas sejak mahasiswa masih menempuh pendidikan.
“Pintu kita di Kemdiktisaintek sangat terbuka untuk kita membuat kursus-kursus, metode-metode, workshop-workshop di universitas. Jadi jangan nunggu setelah lulus, tapi waktu mahasiswa kita masih belajar,” pungkasnya.
Baca Juga: Alasan Green Skills Jadi Kunci Sukses Karier Masa Depan
Sementara, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengungkapkan bahwa perkembangan green jobs tidak hanya menghadirkan pekerjaan baru, tetapi juga mendorong perubahan pada isi pekerjaan yang sudah ada.
Teknisi listrik, operator produksi, tenaga pengadaan, serta petugas keselamatan dan kesehatan kerja bisa menjadi bagian dari green jobs saat pekerjaannya mendukung praktik usaha yang lebih berkembang.
Afriansyah mengatakan, penguatan green jobs perlu kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan industri, lembaga pendidikan dan pelatihan, akademisi, serikat pekerja, serta masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat kesiapan talenta dan tenaga kerja, sekaligus mengoptimalkan peluang Indonesia dalam transisi menuju ekonomi hijau.



