TopCareer.id – Tujuh tahun beroperasi, MRT Jakarta mengumumkan bahwa mereka telah melampaui 192 juta pelanggan, per Februari 2026.
Menurut PT MRT Jakarta (Perseroda), angka keterangkutan menunjukkan konsistensi peningkatan setiap tahun.
Di 2019, tercatat 24 juta orang menggunakan layanan MRT Jakarta dengan rata-rata harian mencapai 86 ribu pelanggan. Angka ini lebih dari target awal di 65 ribu pelanggan per hari.
Baca Juga: Study UK Kenalkan Peluang Studi ke Inggris di MRT Jakarta
Angkanya sempat turun di pandemi Covid-19. Tahun 2020 dan 2021, angka keterangkutan merosot hingga 9,9 juta dan 7,1 juta pelanggan dengan rata-rata harian hanya 27 ribu dan 19 ribu pelanggan.
Namun, dikutip dari laman resminya, Selasa (31/3/2026), seiring dengan kembalinya pergerakan masyarakat pascapandemi, angka keterangkutan meningkat hingga 17 persen di 2022, atau 19,7 juta pelanggan.
Lalu di 2023 terdapat 33,5 juta pelanggan dengan 91 ribu pelanggan per hari atau naik 69 persen. Pada 2024, angka keterangkutan harian menembus 111 ribu per hari dengan total 40,8 juta.
Baca Juga: Pemprov Jakarta dan Banten Mulai Kaji Pembangunan MRT
Sementara di 2025, layanan MRT Jakarta mendapatkan kenaikan jumlah pelanggan hingga 46,5 juta dengan rata-rata harian mencapai 127 ribu orang, melampaui target 117 ribu pelanggan per hari.
“Peningkatan ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk beralih menjadi pengguna transportasi publik,” tulis perusahaan.
Di 2026 ini, MRT Jakarta menargetkan 50 juta pelanggan dengan rata-rata harian 137 ribu pelanggan.






