TopCareer.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, perusahaan tak boleh hanya menyediakan pekerjaan, tapi juga perlu membuka ruang agar pekerja bisa terus berkembang.
“Ketika kita memampukan pekerja, ketika kita memberdayakan mereka, maka itu akan memberikan long-term effect bagi perusahaan dalam jangka panjang,” ujarnya di Jakarta, mengutip laman resmi, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, pekerja tidak seharusnya bertahun-tahun berada di posisi yang sama tanpa kesempatan belajar, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja.
Dia menegaskan, pengembangan pekerja adalah bagian penting dari hubungan industrial yang sehat, manusiawi, dan berkelanjutan.
Membantu pekerja berkembang bukan semata bentuk kepedulian, tapi juga strategi jangka panjang bagi perusahaan.
Pekerja yang diberi ruang untuk tumbuh akan memiliki keterikatan yang lebih kuat dengan tempatnya bekerja, sekaligus mendorong ketahanan perusahaan di tengah perubahan.
Pekerja yang merasa didukung pun tidak akan hanya melakukan tugasnya sebagai kewajiban, tapi juga memiliki semangat, rasa memiliki, serta keinginan untuk berkontribusi lebih.
Baca Juga: Menaker Ingatkan Generasi Muda Tak Bergantung di Satu Skill
Karena itu, perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang membuat pekerja merasa perannya berarti.
“Memberdayakan pekerja itu artinya membuat pekerjaan mereka menjadi meaningful. Mereka memiliki engagement, mereka memiliki semangat yang bahkan bisa melampaui sekadar menjalankan tugas mereka,” kata Yassierli.
Menaker juga mengingatkan agar nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah perlu terus dihidupkan dalam hubungan antara pekerja dan perusahaan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan kekuatan sosial yang dapat menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika hubungan industrial ke depan.
“Ada yang hilang dari DNA kita. Kita ini bangsa yang punya semangat gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah. Menurut saya DNA ini harus kita bangkitkan kembali,” kata Yassierli.
Lebih lanjut, Yassierli mengaku prihatin saat ada pekerja yang sudah mengabdi selama 10 hingga 20 tahun, namun tidak berkembang.
“Yang juga membuat saya sedih adalah ketika ada orang bekerja 10 tahun, bahkan 20 tahun di perusahaan, tetapi tidak berkembang. Padahal manusia itu memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang,” katanya.
Karena itu, tugas perusahaan bukan cuma memberi pekerjaan, tapi juga membantu pekerja mengenali potensi terbaiknya, memperluas keterampilannya, dan membuka kesempatan agar mereka dapat maju.
Baca Juga: Menaker: Kecelakaan Kerja Bukan Cuma Soal Human Error
“Siapa pun punya potensi untuk berkembang. Tugas kita adalah membantu menemukan dan mengoptimalkan potensi itu,” kata Yassierli.
Sebagai contoh, ia mengaku mendorong para pekerja di berbagai posisi untuk mempelajari hal-hal baru, termasuk keterampilan komputer.
Menurutnya, penting agar pekerja punya bekal untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan tidak selamanya berada pada titik yang sama.
“Driver saya dorong untuk belajar komputer. Satpam dan OB juga saya dorong untuk belajar komputer. Karena kita tidak ingin mereka selamanya hanya berada di posisi itu,” kata Yassierli.
Yassierli kembali menegaskan dunia kerja ke depan akan dihadapkan pada tingkat ketidakpastian yang semakin tinggi. Dalam situasi itu, kemampuan beradaptasi menjadi kunci, baik bagi pekerja maupun perusahaan.
“Tantangan ke depan itu tidak mudah. Ketidakpastian sekarang sangat tinggi. Karena itu agility menjadi kunci,” pungkasnya.






