Edukasi

Bukan Cuma Alat, AI Jadi Mitra Strategis untuk Bantu Bisnis

Prof. Dr. Ir. Tanty Oktavia, S.Kom., M.M. membacakan orasi ilmiah berjudul “Human–AI Collaboration in Business Information Systems: Sistem Cerdas, Terpercaya, dan Berorientasi pada Manusia." (Dok: Binus University)

TopCareer.id – Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini tak cuma menjadi alat otomatisasi, tapi juga bisa jadi mitra strategis manusia untuk mengambil keputusan dan penciptaan nilai bisnis.

Hal inilah yang diangkat Head of Department Master in Information Systems Management Binus University, Tanty Oktavia, dalam pengukuhannya sebagai Guru Besar Tetap di bidang Business Information Systems.

Dalam orasi ilmiahnya , Tanty menyoroti pentingnya pergeseran paradigma dalam pengembangan sistem informasi bisnis.

Ia menekankan bahwa teknologi, khususnya AI, tidak lagi hanya berperan sebagai alat otomatisasi, tetapi sebagai mitra strategis manusia dalam pengambilan keputusan dan penciptaan nilai bisnis.

Baca Juga: Bos LinkedIn Sebut Skill 5C yang Tak Bisa Digantikan AI

Menurut Tanty, evolusi Business Information Systems kini telah memasuki fase baru yang ditandai dengan integrasi AI yang mampu belajar, memprediksi, serta memberikan rekomendasi berbasis data.

“Dalam konteks ini, kolaborasi Human-AI menjadi fondasi utama dalam membangun sistem yang adaptif, cerdas, dan tetap berorientasi pada manusia,” ujarnya, mengutip siaran pers, Jumat (16/4/2026).

Sejalan dengan perkembangan menuju era Industry 5.0, Tanty juga menegaskan pentingnya pengembangan human-centered dalam pengembangan AI.

Baca Juga: Coursera: Perempuan Lebih Tekun Pelajari GenAI Dibanding Pria

Menurutnya, teknologi harus dirancang untuk memperkuat kapabilitas manusia, bukan menggantikannya.

Dengan begitu, kolaborasi keduanya mampu menciptakan inovasi yang lebih holistik, etis, dan berkelanjutan dalam berbagai sektor industri.

Rektor BINUS University Nelly menyampaikan, pengukuhan ini merupakan bagian dari komitmen Binus University dalam menghadirkan ekosistem akademik yang unggul dan berdampak.

“Pengukuhan Guru Besar bukan hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong lahirnya pemikiran strategis yang mampu menjawab tantangan global,” ujarnya.

Leave a Reply