Profesional

Bos LinkedIn Sebut Skill 5C yang Tak Bisa Digantikan AI

Ilustrasi work. Dok/Skillroads.comIlustrasi pekerjaan manusia. Dok/Skillroads.com

TopCareer.id – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) disebut-sebut bakal menggantikan pekerjaan manusia. Namun, menurut bos LinkedIn, ada beberapa kemampuan manusia yang tidak bisa digantikan.

Menurut CEO LinkedIn Ryan Roslansky dan Chief Economic Opportunity Officer LinkedIn Anees Raman, ada 5 kemampuan manusia tidak akan bisa digantikan AI. Lima skill ini pun mereka sebut sebagai 5C.

  • Curiosity (Rasa Ingin Tahu)

AI bisa menghasilkan berbagai kemungkinan berdasarkan pola. Namun, manusialah yang menentukan mana yang penting dan mengajukan pertanyaan.

Rasa ingin tahu bisa membantu kita untuk mempelajari AI dan dampaknya terhadap pekerjaan, memahami diri sendiri, serta menyelaraskan karier dengan minat pribadi.

Mengutip tulisan keduanya di CNBC, mereka merujuk pada pengalaman penemuan vaksin polio dan sejarah pesawat terbang.

Jonas Salk menemukan vaksin polio karena penasaran apakah virus mati bisa melatih tubuh melawan virus hidup. Sementara Wright bersaudara berpikir “Jika burung bisa terbang, kenapa manusia tidak?”

Dalam pekerjaan, rasa ingin tahu bisa membuat hal yang biasa jadi menarik. Dokter yang sadar pasiennya gelisah bisa menggali lebih dalam untuk menemukan masalah sebenarnya.

Baca Juga: Era Baru Rekrutmen Pekerja, AI Mulai Ambil Peran Penting

  • Courage (Keberanian)

AI bisa menghitung risiko, tapi manusia yang tetap memutuskan risiko mana yang dapat diambil.

Beberapa contoh di dunia kerja seperti developer yang berani mengusulkan penggunaan teknologi baru di tengah proyek atau sales yang jujur ke klien kalau permintaan mereka kurang tepat.

  • Creativity (Kreativitas)

AI bisa menggabungkan hal yang sudah ada. Tapi manusia yang menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Bahkan, kreativitas bukan cuma untuk orang “kreatif.”

Misalnya, perawat membuat paket perawatan yang lebih nyaman bagi pasien yang cemas, atau guru yang membuat simulasi penggalian arkeologi supaya cara belajar jadi lebih seru.

Ini berarti kamu bukan cuma menyelesaikan masalah, tapi menemukan cara baru yang belum terpikirkan orang lain.

Baca Juga: Green Skills Diburu Industri, Tapi Talentanya Masih Kurang

  • Compassion (Kepedulian)

AI bisa terlihat peduli, tapi manusia benar-benar bisa merasakan dan menunjukkan empati. Kepedulianlah yang membuat sebuah pekerjaan jadi lebih manusiawi.

Misalnya, atasan memberi jam kerja fleksibel bagi karyawan yang sedang terkena masalah keluarga dan berimbas ke pekerjaannya, atau customer service yang membantu pelanggan hingga paham.

Ada juga yang menyarankan sebuah tim untuk saling berkomunikasi dengan santai atau jalan bareng. Walau awalnya canggung, ini bisa bikin hubungan tim jauh lebih kuat.

  • Communication (Komunikasi)

AI dapat menerjemahkan bahasa, tapi manusia yang memberinya makna. Dalam dunia kerja, komunikasi akan menentukan apakah sebuah ide akan berhasil atau tidak.

Saat menulis buku misalnya, AI hanya akan membantu struktur atau contoh. Namun, isi sebenarnya bisa muncul dari pembicaraan langsung, pemikiran mendalam, hingga perbedaan pendapat.

Untuk menyampaikan sesuatu dengan baik, kita harus benar-benar memahami manusia.

Leave a Reply