TopCareer.id – Bagi beberapa orang nominal gaji yang diterima masih jadi sesuatu yang sensitif. Meski begitu, tidak sedikit yang terbuka tentang itu jika ditanya soal pendapatan dari pekerjaannya.
Thomas Farley, pakar etiket yang menulis newsletter Mister Manners Mondays mengatakan, di kalangan generasi muda, topik soal gaji memang tidak setabu dulu.
Farley mengungkapkan, beberapa orang bahkan merasa bahwa tak sopan untuk bertanya soal gaji adalah “konsep yang benar-benar baru, terutama bagi Gen Z.”
“Bahkan untuk milenial muda, mereka tidak melihat alasan mengapa hal itu harus dirahasiakan. Mereka percaya pada transparansi. Mereka percaya tidak seharusnya ada rahasia soal hal seperti ini,” kata Farley, dikutip dari CNBC Make It, Kamis (28/5/2026).
Menurut survei tahun 2025 dari KickResume, 39 persen pekerja Gen Z mengatakan gaji dibicarakan secara terbuka di tempat kerja mereka. Sementara angkanya adalah 30 persen milenial dan 22 persen Gen X.
Namun jika kamu perlu informasi gaji dari orang lain untuk referensi, atau ada orang lain yang bertanya soal gaji namun topik ini masih belum nyaman untuk dibicarakan dengan terbuka, pakar etiket memberikan beberapa tips berikut ini.
Jika harus bertanya
Menurut Farley, etika berbicara soal gaji dengan teman atau rekan kerja tergantung pada alasanmu bertanya. Kalau kamu cuma sekadar “kepo” hal itu kemungkina besar tidak akan diterima dengan baik.
Namun alasan lainnya adalah kamu ingin tahu karena ingin bernegosiasi soal gajimu sendiri atau ingin melamar ke posisi serupa.
Sekitar 56 persen responden survei KickResume mengatakan pernah mengetahui bahwa rekan kerja mereka mendapat bayaran lebih tinggi untuk pekerjaan yang sama.
Jika itu alasannya, Farley menyarankanmu untuk melakukan riset sendiri.
Baca Juga: Tips Kelola Gaji dengan Trik 70-20-10
“Ada banyak cara untuk menggali informasi gaji tanpa harus bertanya langsung kepada rekan kerja,” ujarnya. Kamu bisa melihat informasi di situs karier atau kisaran gaji berbagai profesi di internet.
Namun jika memang harus bertanya ke orang lain, gunakan bahasa yang halus dan bersiaplah untuk tidak dijawab.
Jika kamu tertarik pada jalur karier tertentu, kamu bisa menanyakan kisaran gaji alih-alih angka spesifik.
Sementara jika ingin membandingkan kenaikan gaji atau bonus dengan rekan kerja, kamu bisa terlebih dahulu menyebut angka yang kamu terima dan memberi mereka kesempatan untuk memberi tahu apakah itu masih dalam kisaran yang wajar atau tidak.
Cara menjawab
Di sisi lain, kamu juga punya hak untuk berhati-hati jika seseorang menanyakan gaji kita, terutama saat berbicara dengan rekan kerja.
Diane Gottsman, pakar etiket nasional dan pendiri The Protocol School of Texas mengatakan, rekan kerja bisa saja memberitahu atasan jika kamu sudah membagikan informasi gaji, yang harusnya bagian dari informasi pribadi.
“Kita hidup di lingkungan yang lebih santai, tapi kita tetap harus berhati-hati saat menanyakan penghasilan seseorang,” kata Gottsman.
Jika karena alasan apa pun kamu tidak mau membagikan nominal gaji kepada rekan kerja, tidak masalah untuk menetapkan batas yang tegas.
Baca Juga: Tips Negosiasi Gaji buat Lulusan Baru yang Baru Dapat Tawaran Kerja
“Kamu bisa berkata, ‘Saya kurang nyaman membicarakan soal keuangan. Itu topik yang saya hindari,'” kata Gottsman menyarankan.
Jika tetap ingin membantu tanpa terlalu terbuka, Gottsman menyarankan untuk menyebut kisaran gaji ketimbang nominal yang spesifik.
Kamu bisa menyebutkan kisaran “X sampai Y, tergantung kualifikasi dan pengalaman.” Menurut Gottsman, tidak masalah untuk menjawab dengan samar.
“Menurut saya, fakta bahwa Anda mencoba menjawab dengan jujur dan terbuka sudah patut diapresiasi. Tidak ada yang salah dengan melakukan itu,” kata Farley menambahkan.






