TopCareer.id – Terowongan arah utara (northbound tunnel) MRT Jakarta yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Stasiun Kota selesai dibangun.
Weni Maulina, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) mengatakan, pencapaian ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, serta kerja keras seluruh pihak yang terlibat.
“Proses penggalian terowongan jalur arah utara dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” kata Weni, mengutip keterangan tertulis, Senin (13/7/2026).
“Keberhasilan ini menjadi langkah penting menuju penyelesaian tahapan konstruksi berikutnya sehingga proyek dapat terus berjalan sesuai jadwal,” imbuhnya.
Penyelesaian ini ditandai saat mesin bor terowongan 1 (tunnel boring machine 1) berhasil mencapai titik ajhir penggalian dan menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar.
Baca Juga: MRT Jakarta Targetkan Capai Kota di 2029
Dengan begitu, terowongan arah utara sepanjang sekitar 5,8 kilometer kini telah menghubungkan fase 1 dan fase 2A lin utara selatan MRT Jakarta.
Untuk membangun terowongan arah utara pada fase 2A lin utara selatan ini, MRT Jakarta dan tim kontraktor menggunakan tiga mesin bor terowongan.
Setiap mesin digunakan untuk membangun sesuai paket kontraknya yaitu CP201 dari Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta menuju Harmoni, CP202 dari Harmoni menuju Mangga Besar, dan CP203 dari Mangga Besar menuju Kota.
Pada titik breakthrough di sisi selatan Stasiun Mangga Besar ini, terowongan arah utara berada di kedalaman hingga 28 meter di bawah permukaan tanah.
Ini membuatnya menjadi terowongan kereta bawah tanah terdalam di Indonesia, bersama dengan terowongan di Stasiun Sawah Besar.
Baca Juga: 7 Tahun Beroperasi, Pengguna MRT Jakarta Tembus 192 Juta
Bor terowongan 1 CP202 bekerja membangun terowongan antara Stasiun Harmoni dan Sawah Besar sepanjang sekitar 395 meter dan terowongan penghubung Stasiun Sawah Besar dan Stasiun Mangga Besar sepanjang 800 meter.
Untuk menghubungkan kedua stasiun, mesin dengan diameter sekitar enam meter ini melakukan crossing di bawah kanal yang terletak di antara Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk.
Adapun saat ini, MRT Jakarta dan kontraktor tengah menyelesaikan pembangunan terowongan arah selatan dari Kota menuju Bundaran HI.
Seluruh terowongan fase 2A lin utara selatan ditargetkan akan selesai pada kuartal empat tahun 2026.
Per 25 Juni 2026, perkembangan pembangunan fase 2A telah mencapai 61,8 persen.
PT MRT Jakarta menargetkan penyelesaian dan operasional fase 2A lin utara selatan pada akhir 2027 untuk segmen 1 Bundaran HIāMonas, sementara untuk segmen 2 hingga Kota pada akhir 2029 mendatang.






