Disney PHK 1.000 Karyawan, Marvel Kena Imbas
TopCareer.id – Raksasa media Disney melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada sekitar 1.000 karyawan. Hal ini terungkap dari memo internal CEO Josh D’Amaro kepada para pekerjanya pada Selasa pekan ini.
Pemangkasan jumlah pekerja ini juga berdampak pada Marvel. Deadline melaporkan, pengurangan terjadi di kantor Marvel Entertainment di New York dan Marvel Studios di Burbank, dengan sekitar 8 persen pekerja diberhentikan.
Pemangkasan di bidang pengembangan visual disebut cukup besar. Marvel Studios kini hanya mempertahankan tim kecil untuk mengawasi rekrutmen artist secara proyek per proyek, yang ke depannya akan bekerja sebagai kontraktor eksternal.
Sebuah sumber mengatakan, PHK besar-besaran ini juga khususnya sebagai imbas dari pembentukan divisi pemasaran terpadu tingkat perusahaan, di bawah kepemimpinan Asad Ayaz, chief marketing and brand officer.
Baca Juga: Oracle Pangkas Puluhan Ribu Karyawan, Staf Dapat Email PHK Jam 6 Pagi
PHK di Disney juga berdampak pada fungsi pemasaran di studio Disney, jaringan TV, ESPN, produk dan teknologi, serta kelompok korporat.
Menurut D’Amaro, organisasi pemasaran dan merek terpadu ini “dirancang untuk melayani konsumen dengan cara yang lebih terhubung.”
“Selama beberapa bulan terakhir, kami telah mencari cara untuk merampingkan operasional di berbagai bagian perusahaan guna memastikan kami dapat menghadirkan kreativitas dan inovasi kelas dunia yang diharapkan dan dihargai oleh para penggemar Disney,” tulisnya D’Amaro.
Menurutnya, dengan cepatnya perkembangan industri kami, perusahaan harus terus menilai bagaimana membangun tenaga kerja yang lebih lincah dan didukung teknologi untuk memenuhi kebutuhan masa depan.
“Sebagai hasilnya, kami akan menghapus sejumlah posisi di beberapa bagian perusahaan dan telah mulai memberi tahu karyawan yang terdampak,” kata CEO penerus Bob Iger itu.
“Saya tahu ini sulit,” D’Amaro menambahkan, dikutip dari Variety.
Baca Juga: Meta PHK Ratusan Karyawan, Facebook hingga Divisi VR Terdampak
Dia juga mengklaim, keputusan ini tidak memperlihatkan kurangnya kontribusi pekerja terhadap perusahaan, namun mencerminkan evaluasi berkelanjutan tentang bagaimana mengelola sumber daya secara lebih efektif dan menginvestasikannya kembali ke dalam bisnis.
Disney melaporkan memiliki sekitar 231.000 karyawan penuh waktu dan paruh waktu per September 2025 (akhir tahun fiskal perusahaan).
Ini merupakan langkah restrukturisasi besar pertama di bawah D’Amaro, yang mengambil alih sebagai CEO Disney pada 18 Maret dari Bob Iger. Sebelumnya, D’Amaro menjabat sebagai chairman Disney Experiences.



