Profesional

Bos Canva Ungkap 2 Sifat Kandidat Paling Dicari di Era AI

Ilustrasi bos- pemimpin (Pexels)Ilustrasi bos (Pexels)

TopCareer.id – Bos Canva mengungkapkan dua sifat yang selalu ia cari saat mempekerjakan seseorang yaitu rasa ingin tahu dan kemampuan untuk dapat berkontribusi.

Menurut Chief People Officer Canva, Jennifer Rogerson, dua sifat ini menjadi semakin penting di era kecerdasan buatan (AI).

“Rasa ingin tahu adalah syarat dasar,” ujarnya dalam New Employer Brand Summit di New York pada 9 Juni lalu. “Di dunia yang bergerak secepat sekarang, dengan begitu banyak perubahan, Anda harus memiliki rasa ingin tahu.”

Dikutip dari CNBC Make It, Kamis (18/6/2026), Rogerson menghargai rasa ingin tahu terhadap perkembangan teknologi seperti AI, tetapi juga rasa ingin tahu mengenai alasan di balik berbagai keputusan yang pernah dibuat sebelumnya.

Menurutnya, hal itu penting untuk memahami sejarah, menghormati asal-usul suatu ide, serta nilai-nilai yang mendasarinya agar bisa membangun sesuatu yang lebih baik di masa depan.

Karena itu, dia biasa menilai tingkat rasa ingin tahu kandidat dengan mengajukan pertanyaan seperti “Apa yang pernah Anda pelajari di luar bidang utama Anda yang kemudian Anda terapkan hingga memberikan dampak?”

Baca Juga: Pekerja Tiba-Tiba Tak Masuk di Hari Pertama Kerja, Apa Itu Career Catfishing?

Selain itu, Rogerson mengatakan hal penting lainnya adalah kemampuan untuk menerapkan apa yang dipelajari, mengambil inisiatif, dan berkontribusi di luar tugas utamanya.

“Kami ingin membangun budaya orang-orang yang suka memberi,” katanya.

Ia mengatakan, orang-orang yang dia cari adalah mereka yang merasa bertanggung jawab terhadap budaya perusahaan dan sebagai bagian dari organisasi, ingin memberikan kontribusi sebesar pengalaman yang mereka dapatkan.

Rogerson pun mencari kandidat yang tak cuma bisa menyelesaikan tugas pokoknya, tapi juga melakukan lebih dari yang diharuskan seperti membentuk komunitas, mengusulkan ide-ide baru, hingga membantu menyelesaikan masalah meski bukan tanggung jawab langsungya.

Baca Juga: Magang Harus Jadi Ruang Belajar, Bukan Cari Pekerja Murah

Untuk menilai itu, dia biasa menanyakan, “Apa yang pernah Anda lakukan di luar tanggung jawab utama Anda yang berkontribusi pada pengembangan produk, membantu menghadirkan layanan yang lebih baik bagi pengguna, atau memperkuat budaya tim?”

Banyak pimpinan perusahaan menekankan pentingnya mampu melakukan lebih dari yang diminta, terutama di era AI.

CEO Coursera, Greg Hart mengatakan, di 2025, karyawan perlu mengambil inisiatif dengan mengikuti sertifikasi atau memperoleh keterampilan tambahan, supaya tetap kompetitif.

Sementara itu, rasa ingin tahu juga dianggap sebagai salah satu dari lima keterampilan manusia yang tidak tergantikan oleh AI menurut mantan CEO LinkedIn, Ryan Roslansky.

Leave a Reply