EdukasiTren

Jutaan Pelaku Usaha Sudah Pakai AI, Talenta Digital RI Masih Kurang

AWS mengumumkan dua inisiatif baru di Indonesia yaitu IndonesiapandAI dan Mastering AI for Nation-Building (MAIN). (Dok: AWS)

TopCareer.id – Meski transformasi digital di berbagai industri di Indonesia terjadi dengan pesat, namun masih banyak pelaku usaha yang terhambat kurangnya keterampilan digital.

Menurut Unlocking Indonesia’s AI Potential 2025 Amazon Web Services (AWS), 57 persen pelaku usaha di Indonesia menyebut kurangnya keterampilan digital sebagai hambatan utama memperluas pemanfaatan AI.

Padahal, adopsi AI terus melonjak dengan 18 juta pelaku usaha di Indonesia yang telah menggunakannya.

Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid di Februari 2026 menyebut Indonesia ditargetkan punya 12 juta talenta digital nasional pada 2030.

Untuk itu, dikutip dari siaran pers, Kamis (2/7/2026), AWS meluncurkan dua inisiatif baru di Indonesia yaitu IndonesiapandAI dan Mastering AI for Nation-Building (MAIN).

“AWS berkomitmen untuk membantu mengembangkan talenta digital yang dibutuhkan Indonesia di era AI,” kata Yashinta Bahana, Head of APJ Market Expansion & Strategic Partnerships, Training & Certification, AWS.

IndonesiapandAI adalah program pelatihan keterampilan cloud dan AI gratis dalam bahasa Indonesia, sehingga membuat pembelajaran lebih mudah diakses oleh masyarakat di setiap tahap pembelajaran.

Program ini dirancang untuk mendemokratisasi akses pembelajaran cloud dan Generative AI (GenAI) dan ditujukan bagi seluruh masyarakat Indonesia berusia 18 tahun ke atas.

Program ini juga tidak memandang domisili, latar belakang, maupun pengalaman teknis sebelumnya.

Baca Juga: Transformasi Digital, Pemerintah dan Industri Harus Kolaborasi Siapkan SDM Unggul

Ada dua jalur pembelajaran gratis yang sudah dikurasi dan dapat dipelajari secara mandiri dalam bahasa Indonesia yaitu Cloud Essentials dan ML & Gen AI on AWS.

Peserta asal Indonesia yang memenuhi syarat dan menyelesaikan seluruh kursus dapat berkesempatan mengikuti ujian sertifikasi AWS yang relevan tanpa biaya, selama kuota masih tersedia.

IndonesiapandAI juga melatih para guru. Untuk ini, AWS menggandeng Yayasan Sagasitas Indonesia.

22 guru dari lima sekolah dalam jaringan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) telah menyelesaikan pelatihan intensif GenAI secara langsung.

Selain itu, AWS juga memperkenalan MAIN, program akselerator karier gratis yang berlangsung selama lima bulan.

Program ini berfokus untuk membantu membekali generasi muda di Jawa Barat dengan keterampilan AI yang praktis dan siap diterapkan dalam pekerjaan, sehingga dapat membuka peluang menuju dunia kerja.

Baca Juga: AI Jadi Alasan Utama Banyak Perusahaan AS Lakukan PHK

AWS bekerja sama dengan Alkademi Foundation dan Ikatan Alumni ITB untuk menggelar program ini melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung milik Kementerian Ketenagakerjaan.

Program ini menyasar alumni sekolah menengah kejuruan (SMK) yang ingin meningkatkan literasi AI, kemampuan berpikir komputasional, dan keterampilan pengembangan web.

Selain itu, MAN juga ditujukan bagi mahasiswa dan lulusan baru perguruan tinggi yang ingin mengembangkan kemampuan rekayasa Generative AI tingkat lanjut dan kapabilitas agen otonom.

Peserta terbaik yang terpilih berkesempatan mengikuti tahap bootcamp intensif berbasis proyek pada tahap akhir.

Para peserta terbaik selanjutnya bisa memenuhi syarat untuk memperoleh sertifikasi AWS Certified AI Practitioner atau sertifikasi nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), tanpa biaya.

“Bersama-sama, kedua program ini mencerminkan keyakinan kami bahwa cloud dan AI harus dapat diakses oleh semua orang, terlepas dari latar belakang apa pun,” kata Yashinta.

Leave a Reply