TopCareer.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi korban luka dan pemakaman bagi korban meninggal dunia dalam kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4/2026) malam.
Menurut KAI, seluruh biaya pengobatan dan pemakaman ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI.
Dalam keterangan terbarunya, Selasa (2/4/2026) pagi, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.
Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan
Baca Juga: Kenali, Bentuk dan Cara Hadapi Pelecehan Seksual di Transportasi Umum
Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba pun menyampaikan duka cita dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” kata Anne.
Lebih lanjut, KAI mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup lama karena terdapat korban yang masih hidup dan membutuhkan penanganan secara hati-hati.
Baca Juga: Stasiun Jatake Diresmikan, Bisa Layani 20 Ribu Penumpang per Hari
Tim medis, Basarnas, dan tim dari KAI menyatakan bakal terus berusaha maksimal untuk memberikan pertolongan terbaik ke seluruh korban.
KAI juga menyiapkan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait penumpang.
Selain itu untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur tidak melayani naik dan turun penumpang, dan perjalanan KRL hanya dilayani hingga Stasiun Bekasi.






