TopCareer.id – Sebuah kapal pesiar mewah bernama MV Hondius tertahan di lepas pantai Afrika Barat usai adanya dugaan penularan Hantavirus.
Per 4 Mei 2026 lalu, sekitar 150 orang dilaporkan masih terjebak di kapal tersebut, usai tiga orang yang terdiri dari pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman meninggal dunia.
Sebagian besar penumpang kapal pesiar yang memiliki rute Argentina hingga Cape Verde itu berasal dari Inggris, Amerika Serikat, dan Spanyol.
Beberapa penumpang lain juga dikabarkan jatuh sakit, termasuk seorang warga Inggris yang sudah meninggalkan kapal dan kini dirawat di Afrika Selatan, menurut pihak berwenang.
Mengutip Reuters, Rabu (6/5/2026), Lembaga Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Nasional Belanda (RIVM), yang membantu penanganan wabah mengatakan, hantavirus telah dikonfirmasi pada salah satu pasien yang bergejala.
Sumber yang mengetahui masalah tersebut juga mengatakan perempuan Belanda yang meninggal telah dinyatakan positif virus itu.
RIVM mengatakan bahwa masih belum jelas apakah orang lain yang mengalami gejala juga terinfeksi virus tersebut, atau apakah kematian lainnya juga disebabkan virus itu.
Juru bicara operator kapal asal Belanda, Oceanwide Expeditions mengatakan, sebagai tindakan pencegahan, seluruh penumpang diminta tetap berada di kabin masing-masing untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus.
Baca Juga: Obesitas Kerap Dianggap Bukan Penyakit, Kurang Spesialis Bikin Penanganan Sulit
Meski penularan antar manusia sangat jarang terjadi, masa inkubasi virus dapat berlangsung beberapa minggu sehingga sebagian orang mungkin belum menunjukkan gejala.
Oceanwide Expeditions juga sedang mengatur pemulangan dua awak kapal yang menunjukkan gejala penyakit.
Mereka adalah satu warga Inggris dan satu warga Belanda, bersama jenazah warga Jerman dan seorang “tamu yang memiliki hubungan dekat dengan korban meninggal” yang tidak mengalami gejala.
World Health Organization (WHO) menyebut telah mengidentifikasi tujuh kasus Hantavirus di kapal pesiar mewah tersebut, termasuk dua kasus yang sudah dikonfirmasi laboratorium dan lima kasus suspek.
WHO mengatakan risiko terhadap masyarakat luas tergolong rendah dan tidak perlu ada kepanikan atau pembatasan perjalanan.
Namun, otoritas di Cape Verde menyatakan tidak mengizinkan kapal berbendera Belanda itu untuk bersandar, sebagai langkah pencegahan.
Sementara, Oceanwide Expeditions mengatakan sedang mempertimbangkan apakah penumpang bisa menjalani pemeriksaan kesehatan dan turun di kepulauan Las Palmas dan Tenerife.






