TopCareer.id – Ratusan anak muda pekerja keras di Seoul, Korea Selatan berkumpul di taman tepi Sungai Han untuk melakukan aktivitas yang kurang tercukupi bagi mereka: tidur.
Acara musim semi tahunan ini digelar pemerintah kota Seoul dan menjadi gelaran ketiga. Kompetisi yang disebut lomba tidur siang ini dimulai jam 3 sore waktu setempat.
Peserta yang ikut harus memakai kostum tidur ala putri atau pangeran, datang dalam kondisi lelah, dan perut kenyang.
Dikutip dari Reuters, Rabu (6/5/2026), kota Seoul yang terkenal tak pernah tidur dan memiliki budaya kerja kompetitif, perasaan lelah kerap melanda para pekerja mudanya.
Data menunjukkan Korea Selatan jadi salah satu negara dengan jam kerja paling tinggi dan kekurangan tidur terparah di antara negara anggota OECD.
Ini membuat masyarakatnya termasuk yang memiliki waktu tidur paling sedikit. Acara tersebut pun menyoroti masalah kronis yang dialami masyarakat di Korea Selatan.
Baca Juga: Stop Main HP Sebelum Tidur, Ini 5 Tips Bikin Otak Cepat Ngantuk
“Di antara persiapan ujian dan kerja paruh waktu, saya bertahan hidup hanya dengan tiga atau empat jam tidur setiap malam, lalu menambalnya dengan tidur singkat di meja pada siang hari,” kata Park Jun-seok.
Jun-Seok sendiri datang mengenakan jubah sutra merah ala raja Dinasti Joseon.
“Saya datang untuk memamerkan kemampuan tidur siang saya, sekaligus menunjukkan bagaimana seorang raja tidur,โ kata mahasiswa berusia 20 tahun itu.
Selain itu, ada Yoo Mi-yeon (24), guru bahasa Inggris dari Ilsan. Ia datang dengan onesie bertema koala berukuran besar dan berbulu lembut.
Mi-yeon mengaku sering mengalami insomnia, susah tidur, dan gampang terbangun.
“Koala terkenal dengan tidur lelapnya. Saya berpakaian seperti mereka dengan harapan bisa mendapat sedikit โkeajaibanโ itu,” kata Mi-yeon.
Baca Juga: Starbucks Korea Larang Pengunjung Bawa PC dan Printer
Pada pukul tiga sore dan peserta mulai memakai penutup mata di seluruh taman, panitia berkeliling mengukur detak jantung peserta untuk memastikan ritmenya stabil, menunjukkan mereka tidur nyenyak dan tenang.
Pemenang kontes tidur siang tahun ini adalah seorang pria berusia 80-an tahun. Sementara Hwang Du-seong, pekerja kantoran berusia 37 tahun, menempati juara kedua.
Du-seong menceritakan benar-benar kelelahan karena sering menjalani shift malam sambil tetap bekerja setiap hari, ditambah harus banyak menyetir untuk pekerjaannya.
“Jadi ketika melihat ada kontes ini, saya langsung berniat tidur untuk benar-benar memulihkan tenaga sambil menikmati angin sungai, dan saya sangat senang bisa mendapat juara kedua, untungnya,” pungkasnya.






