EdukasiTren

Kemenag dan British Council Latih Guru Madrasah Biar Jago Bahasa Inggris

TopCareer.id – Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng British Council untuk mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris bagi para guru madrasah.

Dengan 41.844 guru madrasah yang tersebar di seluruh Indonesia, penguatan kualitas kini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan pendidikan global.

Karena itu, kemampuan Bahasa Inggris kini dipandang sebagai kompetensi penting untuk membuka akses siswa ke pendidikan tinggi dan jejaring internasional.

Kerja sama keduanya dimulai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada November 2025, lalu diawali dengan pelaksanaan program pengembangan keprofesian guru Bahasa Inggris madrasah yang berjalan selama delapan minggu.

Rangkaian pengembangan lalu ditutup dengan lokakarya tatap muka di Kementerian Agama, Jakarta, pada akhir Februari 2026 ini.

Baca Juga: Belajar Bahasa Inggris Masih Penting di Era AI?

Menteri Agama Nasaruddin Umar dikutip dari siaran pers, Rabu (4/3/2026) mengatakan, kolaborasi ini merupakan langkah konkret mewujudkan Asta Protas Kemenag.

“Juga mendukung kesepakatan dalam Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Keir Starmer pada Januari 2026 lalu, yang mana pendidikan menjadi salah satu pilar utama kerja sama,” ujarnya.

Kolaborasi antara Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Kemenag dan British Council diawali dengan pemetaan kompetensi.

Tujuannya adalah untuk mengukur kemampuan pedagogik dan kemahiran bahasa Inggris guru MTs dan MA serta pelaksanaan program percontohan Continuing Professional Development (CPD).

Kedua inisiasi ini akan jadi landasan untuk program pengembangan peningkatan guru ke depannya.

Summer Xia, Country Director Indonesia and Director Southeast Asia, British Council mengungkapkan, 613 guru yang tersebar merata di hampir seluruh provinsi sudah menyelesaikan program tersebut.

Baca Juga: Manfaat Penguasaan Bahasa Asing untuk Job Seeker dan Pekerja

“Dengan menghadirkan pelatihan secara daring dalam format yang terstruktur dan didukung secara menyeluruh, serta diperkuat oleh e-moderator dan sesi langsung mingguan, kami memastikan bahwa pengembangan profesional berkualitas tinggi dapat diakses oleh para pendidik di mana pun mereka berada,” kata Xia.

Ni’Matus Zahroh, guru Bahasa Inggris dari Madrasah MTsN 15 Jombang, mengatakan bahwa program tersebut merupakan kesempatan untuk mengembangkan diri bagi pendidik di madrasah, yang selama ini belum banyak dilakukan.

“Melalui program ini, guru Bahasa Inggris di madrasah bisa memberikan pengajaran yang menyenangkan bagi murid dan menginspirasi untuk terus belajar demi menghasilkan generasi yang beriman dan berakal,” ujarnya.

Menurut British Council, program percontohan ini akan jadi fondasi untuk pengembangan yang lebih luas.

Jumlah peserta diakui masih kecil jika dibandingkan kebutuhan nasional. Namun, model yang sudah diuji membuka ruang utnuk ekspansi dan penguatan berkelanjutan.

Banner Loker

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button