Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 28, 2020
redaksi@topcareer.id
Sosok

Kisah Chaerul, Montir Motor Perakit Pesawat Hingga Bertemu KSAU

Chaerul dan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna. (foto: Hilda/Topcareer.id)

Topcareer.id – Nama Chaerul viral lantaran montir motor asal Pinrang ini mampu merakit pesawat swayasa ultralight dengan peralatan dan bahan seadanya. Setelah beberapa kali uji coba, pesawat ala montir motor Chaerul mampu terbang di atas ketinggian 10-12 meter.

Tak ada yang menyangka, dengan material seadanya, pesawat rakitan Chaerul bisa terbang. Apalagi ia hanya belajar lewat internet dan Youtube. Uji coba terbang tak cukup sekali. Rusak, kemudian perbaiki lagi. Modal yang dihabiskan pun tak sedikit.

“Kalau belajarnya itu singkat, tapi perakitannya cukup lama, sambil belajar juga. Lima kali percobaan terbang, setiap kali uji coba rusak lagi, terus perbaiki lagi,” ucap Chaerul kepada awak media di Mabesau, Cilangkap, Selasa (21/1/2020).

Ia mengaku material yang digunakan untuk membuat pesawat tersebut terbang, didapatnya dari lingkungan sekitar saja, banyak malah barang bekas.

Baca juga: Pilih Posisi Ini di Pesawat agar Dapat Pelayanan Terbaik

Roda didapatnya dari gerobak pengangkut pasir. Untuk sayap terbuat dari parasut bekas yang kerap dijadikan selimut mobil. Juga mesin pesawat dengan mesin motor Kawasaki Ninja RR 150 cc. Ia merakit pesawat itu bersama dua orang rekan montirnya hingga menghabiskan biaya tidak sampai Rp 30 juta.

“Yang paling susah tuh (mengerjakan) bagian sayap dan mesin. Susah karena itu bagian untuk menyeimbangkan. Pergantian sayap itu sampai tiga kali,” ucap dia.

Pesawat rakitan Chaerul berhasil terbang. (dok. istimewa)

Montir dari kecil

Chaerul tercatat sebagai warga Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Chaerul memang dibesarkan oleh keluarga yang paham ilmu permesinan. Bahkan pekerjaan montir yang ia geluti barawal dari kegiatan membantu orangtuanya sehari-hari.

Ayahnya bernama La Bangnga seorang perakit mesin. Keahlian ayahnya itu menurun ke Chaerul kecil. Sejak kecil ia sudah akrab dengan bengkel dan mesin-mesin motor.

“Malah umur 3 tahun saya sudah megang kunci-kunci. Sudah dekat dengan permesinan sejak kecil,” ujar Chaerul.

Baca juga: Mau Liburan Naik Pesawat? Perhatikan 8 Hal Penting Ini

Montir yang bahkan tak tamatkan pendidikan Sekolah Dasar (SD) itu kini mampu membuat pesawat yang sukses terbang pertama kali di pantai Ujung Tape, Kecamatan Mattiro Sompe, Pinrang, pada Rabu (15/1/2020) kemarin.

Leave a Reply