Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, September 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

5 Faktor Desain Kantor yang Jauhkan Karyawan dari Produktivitas

Ilustrasi atasi tekanan di kantor

Topcareer.id – Jika kamu sulit menjaga produktivitas selama di kantor, mungkin itu bukan sepenuhnya salahmu. Desain kantor dapat memengaruhi seberapa banyak pekerjaan produktif yang bisa dilakukan oleh karyawan dalam sehari.

Kalau kamu merasa sulit produktif, mungkin kamu perlu melihat dan mempertimbangkan beberapa faktor lingkungan tempat kerja yang memengaruhinya. Seperti ditulis oleh Monica Torres dalam Huffpost berikut beberapa faktor desain ruang kerja kantor yang menjauhkanmu dari produktivitas.

1. Udara kantor yang pengap

Jika kamu bekerja di kantor, sebagian besar waktumu kemungkinan dihabiskan di dalam ruangan. Dan udara yang kamu hirup di ruang tertutup ini bisa mengganggu fungsi kognitif.

Baca Juga: Saat Pandemi Covid-19 Berakhir, Ucapkan ‘Selamat Datang’ Pada Kantor Berbilik

Menurut sebuah studi tahun 2017 oleh para peneliti di Universitas Harvard, Universitas Syracuse dan SUNY Upstate Medical, membawa lebih banyak udara segar di dalam, atau miliki sistem ventilasi yang baik sangat terkait dengan kinerja karyawan yang lebih baik.

2. Pencahayaan yang buruk

Dekat dengan sinar matahari alami dapat membuat atau menghancurkan kinerja karyawan. Para karyawan memprioritaskan pencahayaan alami sehingga pada jajak pendapat tahun 2018 oleh firma riset Future Workplace, mereka memilihnya sebagai kantor terbaik di daftar puncak karena memiliki kafetaria, pusat kebugaran, atau penitipan anak di tempat.

Karyawan yang terpapar lebih banyak cahaya alami melaporkan lebih sedikit contoh kelelahan mata dan sakit kepala. “Dengan meningkatnya akses ke pandangan dan cahaya alami dari jendela, pekerja melaporkan produktivitas 2 persen lebih besar,” kata studi terhadap 313 karyawan kantor yang dipimpin oleh Alan Hedge, profesor di Departemen Desain dan Analisis Lingkungan di Universitas Cornell.

3. Kolega yang duduk dekat denganmu

Penelitian telah menunjukkan bahwa suasana hati orang menular. Ketika rekan kerjamu kasar, maka kamu akan mulai menangkap sikap buruk mereka juga. Paket tempat duduk kantor mungkin tidak mempertimbangkan seberapa dekat dengan tipe rekan kerja tertentu yang dapat memengaruhi pekerjaanmu.

Baca juga: Kantor Open Space Dorong Ketakutan Karyawan Tertular Corona

Dalam sebuah studi di Harvard Business School 2016 yang menganalisis kecepatan dan kualitas kinerja 2.000 pekerja di sebuah perusahaan teknologi, para peneliti menemukan bahwa duduk dalam radius 25 kaki dari pemain berkinerja tinggi dapat secara positif meningkatkan kinerja kolega sebesar 15 persen.

4. Temperatur  

Dalam survei CareerBuilder terhadap 3.321 karyawan, 53 persen mengatakan mereka kurang produktif ketika terlalu dingin, dan 71 persen mengatakan produktivitas buruk ketika mereka terlalu hangat.

Bahkan para peneliti memiliki kesimpulan berbeda pada suhu tempat kerja yang ideal. Satu studi 2006 dari para peneliti di Universitas Teknologi Helsinki dan Laboratorium Teknologi Energi Lingkungan Lawrence Berkeley National Laboratory menemukan bahwa produktivitas karyawan memuncak di sekitar 71,6 derajat Fahrenheit.

Baca juga: Tak Selamanya Kantor Open Space Kebanggaan Milenial Punya Efek Positif

Sementara, studi terpisah Universitas Cornell menemukan bahwa 77 derajat Fahrenheit yang lebih hangat adalah suhu optimal pada pekerja mana yang akan membuat lebih sedikit kesalahan pengetikan dan menghasilkan lebih banyak pekerjaan.

5. Kantor tanpa tanaman di sekitar

Penghijauan alami di garis pandangmu bukan hanya menjadi perusahaan yang baik, tetapi juga dapat membantu orang berkonsentrasi, penelitian tentang teori restorasi perhatian telah ditemukan.

Teori ini menyatakan bahwa kamu dapat meremajakan kapasitas perhatian dengan melihat alam karena ketika kita menikmati alam, kita menggunakan perhatian yang mudah.* (RW)

Leave a Reply