Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, July 5, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Mindset Ini Perlu Kamu Miliki untuk Terbebas dari Kemiskinan

Ilustrasi. (dok. Shutterstock)

Topcareer.id – Memiliki mindset orang kaya bisa dibangun dengan kebiasaan-kebiasaan baik dan pola pikir yang sehat. Ada beberapa pola pikir yang membantu seseorang keluar dari kemiskinan dan membangun kekayaan.

Salah satu pola pikirnya, yakni atur mindset bahwa bekerja untuk belajar, bukan bekerja untuk menghasilkan, dan cerdaslah dalam mengatur keuangan sendiri.

Dikutip dari laman The Ladders yang ditulis oleh Niklas Göke, cobalah ambil pekerjaan di bidang yang kamu tidak tahu, seperti penjualan, layanan pelanggan, atau komunikasi, untuk mengembangkan keterampilan baru, kamu tidak pernah tahu apa yang mungkin berguna nantinya.

Baca juga: Ingin Jadi Orang Super Kaya? Coba Terjun ke Industri Ini (Bagian 1) dan Ingin Jadi Orang Super Kaya? Coba Terjun ke Industri Ini (Bagian 2)

Sisihkan 5% dari penghasilan setiap bulan untuk membeli buku, kursus, dan menghadiri seminar tentang keuangan pribadi untuk mulai membangun IQ finansialmu.

Langkah pertama membangun kekayaan terletak pada pola pikir mengelola risiko daripada menghindarinya. Mempelajari investasi akan mengajarkanmu bahwa lebih baik tidak bermain aman karena itu selalu berarti kehilangan potensi imbalan besar.

Jangan mulai besar. Sisihkan jumlah kecil, seperti Rp300 ribu atau bahkan Rp100 ribu, dan investasikan dalam saham, emas, atau reksadana. Perlakukan uang itu seolah hilang selamanya, dan kamu tidak akan terlalu khawatir kehilangannya.

Baca juga: Orang Kaya Justru Enggan Mengeluarkan Uangnya untuk Barang-barang Ini

Segera setelah kamu memulai perjalanan menuju kekayaan, kamu akan menyadari bahwa itu akan sangat panjang. Itulah mengapa sangat penting untuk tetap termotivasi.

Investor sekaligus usahawan, Robert Kiyosaki menyarankan untuk membuat daftar “Yang saya inginkan” dan “Saya tidak inginkan”, dengan item-item seperti: “Saya ingin pensiun pada usia 50 tahun.” atau “Saya tidak ingin berakhir seperti paman saya yang bangkrut.”

Ambil bagian dari gajimu yang ingin dibelanjakan untuk saham atau pendidikan finansialmu, investasikan, dan bayar tagihan sesudahnya. Ini akan menciptakan tekanan untuk menjadi kreatif dalam menghasilkan uang dan menunjukkan kepadamu apa yang kamu mampu. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply