Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 21, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Pimpin ICO ke-126, Indonesia Siap Bantu Petani Kopi Terdampak Pandemi

Sumber foto: jabarprov.go.id

Topcareer.id – Untuk pertama kalinya, pertemuan Dewan Organisasi Kopi Internasional (ICO) dilangsungkan secara virtual.

Dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo, pertemuan ini mengangkat tema Building a Sustainable Global Coffee Industry Together.

“Sebagai ketua dewan, kami menegaskan bahwa kopi merupakan salah satu komoditas pertanian penting yang menggerakkan roda perekonomian di berbagai negara, termasuk Indonesia, melalui penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan,” ujar Iman, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan ICO periode 2019/2020.

“Hal ini sangat terkait dengan pencapaian tujuan-tujuan Agenda Pembangunan Berkelanjutan yang ditopang secara berimbang oleh tiga pilar, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan.”

Dalam pertemuan Dewan Organisasi Kopi Internasional (ICO) ke-126 ini, Indonesia bertekad akan berjuang membantu petani kopi menghadapi tantangan, terutama dalam masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Limbah Kopi Disulap Jadi Onderdil Mobil. Begini Caranya

Iman juga menyampaikan bahwa misi utama pada pertemuan kali ini ialah mengupayakan kesepakatan di antara anggota ICO mengenai rekomendasi dan opsi kebijakan bagi seluruh negara anggota, serta memperkuat kolaborasi antara ICO dengan lembaga pembangunan/donor, organisasi internasional, dan sektor swasta untuk bekerja sama menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi sektor kopi.

Seperti diketahui, sektor kopi terus mengalami tantangan penurunan harga, terlebih dengan adanya pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 membuat seluruh negara mengalami krisis di berbagai sektor, termasuk sektor kopi. Penutupan perbatasan lintas negara dan pembatasan sosial yang dilakukan mengganggu rantai pasokan dan permintaan, sehingga pasokan tidak dapat disalurkan dan konsumsi menjadi tertekan.

Baca juga: BenQ Rilis Proyektor Seukuran Cangkir Kopi

“Situasi ini tidak hanya berdampak negatif kepada petani, tapi juga kepada industri kopi. Inilah yang mendorong kami di ICO untuk segera merespons dampak pandemi, terutama bagi pelaku yang sangat terdampak, seperti petani kecil dan UMKM,” ungkap Iman.

“Negara, entitas organisasi internasional, lembaga pembangunan, akademisi, dan sektor industri bersatu dan bertemu secara virtual untuk mencari solusi terbaik bagi pemulihan sektor kopi dunia.”

Iman menjelaskan, keketuaan Indonesia pada Dewan ICO ini mencerminkan kepercayaan dunia kepada Indonesia untuk mendorong keberlangsungan ekonomi dari sektor kopi melalui kemitraan antara pemerintah, petani, dan sektor industri. Salah satu langkah nyata yang akan dilakukan, adalah melalui proyek peningkatan kapasitas, yang diharapkan akan mendorong peningkatan konsumsi domestik.

Baca juga: Selain Kopi Luwak Asal Indonesia, Ini 5 Kopi Termahal di Dunia

Sebelumnya, dalam acara yang masih menjadi bagian dari rangkaian Pertemuan Khusus Dewan ICO, Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan, Antonius Yudi Triantoro, juga sempat memimpin Delegasi RI pada pertemuan virtual Komite Keuangan dan Administrasi, 1–2 Juni 2020 lalu.

Yudi menyampaikan, berbagai tantangan dan permasalahan di sektor kopi yang muncul akibat pandemi, harus segera direspons oleh ICO.

“Berbagai tantangan keuangan dan administrasi yang dihadapi ICO saat ini, perlu segera dicarikan solusi guna menjamin keberlanjutan dan relevansi organisasi,” ujar Yudi.

Baca juga: Saran Penyajian Kopi yang Bikin Panjang Umur

Organisasi Kopi Internasional dibentuk pada 1963. Organisasi ini beranggotakan 43 negara produsen dan eksportir kopi, dengan pangsa mencapai 99 persen dari total produksi dunia, dan 6 negara konsumen/importir kopi, termasuk Uni Eropa sebagai satu kesatuan entitas, dengan kontribusi mencapai 67 persen dari total konsumsi dunia.

ICO bertujuan untuk memperkuat sektor komoditas kopi secara global. ICO juga mendukung pengembangan berkelanjutan pada market-based environment untuk kemajuan seluruh negara anggota. Sedikit catatan, sebanyak 70 persen dari total produksi kopi dunia, dihasilkan oleh 25 juta petani kecil di ICO.

Editor: Feby Ferdian

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply